(Taiwan, ROC) --- 2 kapal perang milik Amerika Serikat kembali berlayar melintasi Selat Taiwan. Setelah melakukan konfirmasi berdasarkan keterangan dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat kepada media asing pada Senin (25/2), Kementerian Pertahanan (MND) membenarkan kapal AS telah melintasi dan posisinya kini telah meninggalkan Selat Taiwan.
Menteri Pertahanan Yan Teh-fa (嚴德發) saat menghadiri rapat Majelis Nasional pada Selasa (26/2) mengemukakan kapal AS melintas di perairan laut lepas telah sesuai dengan ketetapan hukum internasional. Tujuan AS bukan lain adalah untuk mendukung kawasan Indo-Pasifik yang semakin strategis. Terkait dengan waktu pemberitahuan yang dirasa terlambat, Yan Teh-famenjawab pengumuman akan diberitahukan jika waktunya sudah tepat.
Yan Teh-famengatakan, “Saya rasa melalui perjalanan navigasi AS kali ini, adalah bukti ke sekian kalinya dari AS akan dukungan atas kawasan Indo-Pasifik yang strategis dan bagian dari perdamaian dunia. Terkait seluruh proses dan kegiatan, pasukan militer kami telah menguasai dengan cukup baik. Terkait waktu pengumuman, dirasa belum tepat untuk diberitahukan kepada khalayak umum. Setelah kapal AS melewati dan meninggalkan kawasan Taiwan pada pagi hari, barulah kami beritahukan kepada seluruh masyarakat”.
Menanggapi kembalinya kapal militer AS yang melintasi Selat Taiwan, telah menimbulkan kekhawatiran dari beberapa pihak. Pihak luar mempertanyakan apakah ini ada hubungannya dengan ketegangan yang akan terjadi di Laut Tiongkok Selatan atau Selat Taiwan sendiri. Yan Teh-fakembali membantah dan menjawab bahwa kondisi saat ini adalah normal dan tidak ada yang perlu dicemaskan. Ia menambahkan rutinitas ini adalah komitmen dari Amerika Serikat terhadap kawasan strategis Indo-Pasifik.
Juru Bicara Departemen Pertahanan AS David Eastburn mengatakan rutinitas militer AS di Selat Taiwan merupakan bukti komitmen Negeri Paman Sam akan kawasan Indo-Pasifik. Media Reuters mengutip pernyataan Armada Samudera Pasifik AS mengemukakan 2 kapal perang AS; masing-masing dengan kode Stethemdan Cesar Chaveztelah melintasi Selat Taiwan.
Melalui surat elektronik David Eastburnmengkonfirmasi 2 kapal perang AS berada di antara Selat Taiwan dan Laut Tiongkok Selatan pada Minggu (24/2) hingga Senin (25/2). Ia mengemukakan rutinitas militer AS adalah untuk menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik. Negeri Paman Sam akan terus melaksanakan kegiatan serupa di perairan hukum internasional. Rutinitas kali ini juga merupakan lanjutan dari kegiatan serupa pada 24 Januari 2019 lalu. Di kala itu, 2 kapal perang AS yang melintasi Selat Taiwan; masing-masing adalah kapal perang dengan kode USS McCampbelldan USNS Walter S.Diehl.