(Taiwan, ROC) – Beberapa hari lalu Yuan Eksekutif baru saja meloloskan rancangan undang-undang khusus bagi komunitas LGBT terkait hak untuk menikah. Hal tersebut telah berhasil menarik perhatian para pengguna internet di Daratan Tiongkok, bahkan tagar #LGBTdiTaiwanSah belakangan ini terus berada pada posisi terbanyak yang digunakan oleh para pengguna akun di Weibo, yang mana lebih dari 400 juta akun pembaca dan berhasil memunculkan 133 ribu pembahasan terkait.
Dalam beberapa hari terakhir ini, foto gambar bendera pelangi tampak memenuhi situs internet Sina Weibo milik Daratan Tiongkok. Selain foto bendera pelangi, juga banyak netters yang memberikan pesan apresiasi atas UU Khusus Pernikahan LGBT di Taiwan, memberikan jempol atau balasan pesan lainnya. Ada yang gembira sembari menegaskan bahwa “Cinta itu maha besar, kita semua adalah sama”, bahkan ada netters yang langsung menyerukan “Kita ke Taiwan untuk menikah”.
Namun dalam beberapa pesan yang ditulis oleh netters, ada yang menganggap bahwa tagar #LGBTdiTaiwanSah mudah menimbulkan pemikiran negatif yakni LGBT di kala dulu adalah dosa. Oleh sebab itu ada netter yang menulis “Komunitas LGBT sedari dulu bukan hal yang berdosa, yang dimaksud di sini adalah Taiwan telah memasukkan hak menikah bagi komunitas LGBT ke dalam hukum perundangan, dan bukan berarti komunitas LGBT telah sah, sehingga meminta para pengguna tagar agar tidak salah menggunakannya.”
Rapat Yuan Eksekutif yang digelar pada hari Kamis tanggal 21 Februari lalu, meloloskan Rancangan Undang-Undang Implementasi Interpretasi No 748 Yuan Yudisial, meliputi antara lain bagi yang telah genap berusia 18 tahun ke atas, dan memiliki pasangan LGBT dapat mencatatkan status pernikahannya secara resmi. Adapun UU khusus tersebut diprediksi akan diimplementasikan pada tanggal 24 Mei mendatang. Kini rancangan UU telah diusung ke Yuan Legislatif untuk ditindaklanjuti.
Dewan Urusan Daratan Tiongkok atau MAC sebelumnya juga telah memberikan pengumuman, sebegitu UU khusus tersebut diberlakukan, maka pihaknya akan segera menindaklanjuti untuk merumuskan peraturan khusus bagi pasangan asal Daratan Tiongkok, Hongkong dan Macau.