History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

PM Su Mengambil Contoh Perjanjian Perdamaian Inggris Terdahulu, Berharap Sejarah Ini Tidak Terulang Kembali

  • 22 February, 2019
  • 譚雲福
PM Su Mengambil Contoh Perjanjian Perdamaian Inggris Terdahulu, Berharap Sejarah Ini Tidak Terulang Kembali
PM Su Mengambil Contoh Perjanjian Perdamaian Inggris Terdahulu, Berharap Sejarah Ini Tidak Terulang Kembali

(Taiwan, ROC) – Ketua Parpol Kuomintang (KMT) Wu Den-yi melontarkan, jikalau parpol KMT akan kembali memegang kendali pemerintahan, maka perlu melakukan perjanjian perdamaian lintas selat dengan Daratan Tiongkok, setelah didiskusikan dengan berbagai kalangan, facebook resmi parpol KMT membagikan Q&A “kerjasama perdamaian lintas selat”, dan pertanyaan “Apakah partai Demokrat Progresif tidak menginginkan perdamaian, hanya berkeinginan perang?”
Sehubungan dengan hal ini, PM Su Tseng-chang saat hadir dalam sidang interpelasi menjawab, sebagai contoh penandatanganan perjanjian perdamaian sebelumnya yang diprakarsai mantan PM Neville Chamberlain dan pemimpin Jerman Adolf Hitler, kemudian diakhiri dengan perang, diharapkan sejarah ini tidak akan terulang kembali. 
PM Su Tseng-chang mengatakan, “Pada tahun tersebut, PM Inggris Neville Chamberlain bersama Adolf Hitler menandatangani perjanjian perdamaian, ini juga menjadi bagian komunikasi, setelah turun dari pesawat, berlanjut dengan perjanjian perdamaian penuh sukacita, namun pada akhirnya Adolf Hitler mengumumkan perang, memicu amarah masyarakat Inggris berontak dan melawan, yang memenangkan perang ini adalah Winston Churchill, fakta jelas dari sejarah, mengharapkan kejadian yang sama tidak akan terulang kembali.”
Menteri Urusan Daratan Tiongkok (MAC) Chen Ming-tong saat diwawancarai merespon, walaupun parpol KMT memiliki keyakinan kuat, akan tetapi pemerintah perlu adanya standar mekanisme pengawasan, maka dari itu, MAC akan memprioritaskan pasal-pasal hukum penanggulangan untuk menanggapinya; Lebih lanjut Chen Ming-tong menambahkan, informasi kebijakan pemerintah yang relevan selain diunggah di situs resmi kantor MAC, juga memanfaatkan aplikasi streaming live dari facebook dan Youtube, Menteri MAC menjelaskan, saat streaming live, angka rating mencapai lebih dari puluhan ribu pemirsa.

Komentar

Terbarumore