History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai Ing-wen: Tidak Ada Komunikasi Yang Adil Jika Taiwan Ditekan dengan Kekerasan

  • 20 February, 2019
  • 譚雲福
Presiden Tsai Ing-wen: Tidak Ada Komunikasi Yang Adil Jika Taiwan Ditekan dengan Kekerasan
Presiden Tsai Ing-wen: Tidak Ada Komunikasi Yang Adil Jika Taiwan Ditekan dengan Kekerasan

(Taiwan, ROC) – Presiden Tsai Ing-wen pada hari Rabu pagi tanggal 20 Februari memberikan pidato di Istana Kepresidenan terkait hubungan antar selat. Tsai menyebutkan bahwa sebelumnya ia telah menerima rombongan kunjungan dari Uni Eropa. Rombongan juga memberikan surat apresiasi dan dukungan yang ditandatangani oleh 155 anggota parlemen Uni Eropa. Selain itu juga mengakui keberadaan kebebasan dan demokrasi yang dijaga penuh oleh Taiwan sekalipun mendapatkan tekanan dan ancaman dari pihak Daratan Tiongkok, serta berkontribusi dalam hal menjaga keamanan dan perdamaian kawasan.

Presiden Tsai menjelaskan bahwa selama ini Taiwan selalu berperan sebagai pemberi kontribusi perdamaian di dalam kawasan, sementara pihak Daratan Tiongkok memiliki ambisi penggunaan militer terhadap Taiwan, yang mana telah menyebabkan ketidaknyamanan dan ketidakstabilan perdamaian dalam kawasan. Dengan kondisi seperti demikian, kedua belah pihak antar selat, tentu tidak akan dapat melangsungkan komunikasi negosiasi yang adil, tidak akan ada perdamaian yang sesungguhnya, rakyat Taiwan juga tidak akan serta merta menerima eksekusi atau perjanjian politik apapun yang dapat merusak asas demokrasi.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Di saat Daratan Tiongkok tidak melepaskan ambisi militernya terhadap Taiwan, dan memaksa penggunaan ‘satu negara dua sistem’, maka tidak akan ada yang namanya negosiasi, juga tidak akan ada perdamaian yang sesungguhnya. Rakyat Taiwan akan sangat berhati-hati dalam menghadapi hal seperti demikian. Saya juga ingin memberitahukan kepada Anda sekalian, saya percaya kehidupan sosial masyarakat Taiwan tidak akan dapat menerima sikap eksekusi atau hal yang dapat merusak asas demokrasi, atau perjanjian politik yang dapat merusak asas demokrasi yang dimiliki Taiwan.”

Presiden Tsai Ing-wen menegaskan, “Kami adalah negara demokrasi, memiliki visi misi yang jelas, menginginkan kebebasan, demokrasi, keamanan dan kesejahteraan. Masa depan Taiwan hanya dapat ditentukan oleh kami sendiri.”

Hal tersebut disampaikannya pada saat menerima wawancara dari media Amerika CNN pada tanggal 18 dan 19 Februari lalu. Ia berharap, melalui media dapat memberitahukan kepada dunia jika yang diinginkan oleh Taiwan bukanlah ‘Satu negara dua sistem’.

Presiden Tsai Ing-wen menegaskan bahwa selaku seorang presiden, selain memiliki tanggung jawab dalam menjaga negara, juga memiliki kewajiban mempromosikan Taiwan kepada dunia, sehingga suara dari Taiwan dapat didengar oleh masyarakat internasional. Dengan demikian, maka Taiwan tidak akan termarginalisasikan, selain itu Taiwan yang selalu mendambakan kebebasan, adalah pilihan yang diambil sejak turun temurun. Ini semua adalah tugasnya, dan ini juga menjadi alasan bagi dirinya untuk dapat kembali terpilih dalam pemilu yang akan digelar pada tahun 2020 mendatang.

Komentar

Terbarumore