(Taiwan, ROC) – Vietnam dilaporkan menjadi kawasan epidemi asfivirus atau virus flu babi Afrika. Pusat Pengendalian Bencana Epidemi Asfivirus Dewan Pertanian atau BAPHIQ Asfivirus menyampaikan, mulai sejak hari Rabu tanggal 20 Februari, bagi para penumpang pesawat yang berasal dari Vietnam, dilarang membawa produk daging babi. Bagi yang melanggar akan segera dikenakan sanksi hukuman denda sebesar NT$ 200 ribu, dan bagi yang menolak membayar akan segera dideportasi dan tidak diijinkan masuk ke Taiwan.
BAPHIQ menjelaskan bahwa merujuk kepada data informasi yang dirilis untuk publik oleh Kementrian Kesehatan Vietnam, disebutkan jika telah ditemukan kasus asfivirus di bagian utara Vietnam, dan menjadi negara ke tiga yang terkena asfivirus setelah Daratan Tiongkok dan Mongolia. Vietnam juga menjadi negara pertama untuk kawasan Asia Tenggara yang terkena dampak kontaminasi asfivirus.
Badan Inspeksi dan Karantina Hewan dan Tanaman Dewan Pertanian menyebutkan bahwa merujuk kepada landasan keputusan yang dikeluarkan oleh Badan Pencegahan Penyakit Menular pada tanggal 18 Desember 2018, maka sejak hari Rabu tanggal 20 Februari pukul 00:00 dini hari, bagi para penumpang yang masuk ke Taiwan dan berasal dari lokasi penerbangan Vietnam, akan diperiksa secara keseluruhan terkait produk daging yang dilarang tersebut. Bagi pelanggar perdana akan dikenakan denda sebesar NT$ 200 ribu, bagi pelanggar yang telah kedapatan untuk ke dua kalinya, akan dikenakan denda sebesar NT$ 1 juta. Bagi setiap warga asing yang tidak dapat membayar denda tersebut, akan diserahkan kepada badan keimigrasian dan segera dideportasi dan tidak diijinkan masuk ke Taiwan.
Departemen Penyelidikan dan pencegahan juga secara khusus mengingatkan kepada para penumpang dan turis yang keluar masuk Taiwan dan Vietnam, untuk tidak mencoba membawa produk daging babi ke Taiwan, agar tidak melanggar peraturan yang telah ditetapkan.