(Taiwan, ROC) – Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan sikap dan keinginannya untuk kembali bertarung dalam pemilihan umum presiden dan wakil presiden pada tahun 2020. Informasi ini juga menjadi pembuka tabir pemilu 2020 dari partai DPP, dan partai DPP sendiri paling cepat akan memberikan pengumuman secara resmi pada bulan April mendatang. Sementara untuk partai KMT, ada Ketua Umum Partai KMT Wu Den-yih, Mantan Walikota New Taipei Eric Chu dan Mantan Ketua Yuan Legislatif Wang Jin-pyng yang akan bertarung terlebih dahulu di dalam pengusungan internal partai. Selain itu, Walikota Taipei Ko Wen-je dan Walikota Kaoshiung Han Kuo-yu, juga disebut-sebut sebagai kandidat yang cocok untuk bertarung di dalam pemilu presiden 2020 mendatang.
Presiden Tsai Ing-wen saat menerima wawancara dari media Amerika CNN menyampaikan bahwa dirinya ingin menuntaskan tugas dan impiannya akan Taiwan, sehingga dirinya akan mencoba mendapatkan bantuan dukungan dari partai untuk dapat diusung sebagai kandidat pemilu presiden, dan dirinya percaya akan mampu memenangkan pemilu tahun 2020. Tsai menjelaskan bahwa kontribusi yang diberikan darinya untuk negara adalah sesuatu yang wajar, sehingga berharap dapat menuntaskan tugas dan mewujudkan visi misi sebelumnya.
Saat pemilu 9 in 1 pada tahun lalu, partai DPP mengalami kekalahan telak, sehingga turut memberikan dampak negatif bagi Presiden Tsai Ing-wen untuk dapat terus mengikuti pemilu mendatang. Pada bulan Januari lalu, kembali melakukan perombakan kabinet, dimana Su Tseng-chang terpilih sebagai Perdana Menteri, sementara Cho Jung-tai terpilih sebagai Ketua Umum Partai DPP, sehingga boleh dikatakan Partai DPP dan Yuan Eksekutif kembali menjalankan tugas usai melakukan penataan personalia.
Dalam wawancara tersebut, Presiden Tsai Ing-wen menyebutkan bahwa isu hubungan antar selat bukanlah alasan kekalahan Partai DPP dalam pemilu tahun lalu. Sejak duduk di kursi kepemerintahan, Tsai mengemban tugas reformasi yang sangat sulit dan berat, barulah alasan kekalahan yang sebenarnya. Tsai menjelaskan bahwa tugas reformasi barulah dimulai, sehingga masyarakat belum dapat merasakan dampak hasil dari reformasi secara langsung.
Keinginan Tsai Ing-wen untuk kembali bertarung dalam pemilu 2020, juga mendapat dukungan dari Walikota Taoyuan Cheng Wen-tsan, Wakil Kepala Yuan Legislatif Tsai Chi-chang dan juga anggota legislator Cheng Ming-wen. Sekalipun Ketua Umum Partai DPP Chuo Jung-tai menegaskan tidak ada keharusan khusus bagi presiden sekarang untuk diusung kembali, namun dari internal partai memiliki kesepahaman yang sama untuk memberikan dukungan kepada Tsai Ing-wen agar dapat kembali menjadi kandidat dalam pemilu mendatang. Pihak luar juga memprediksi bahwa tidak ada orang lain yang mampu menandingi posisi Tsai Ing-wen, dan sesuai dengan agenda jadwal Partai DPP, maka paling cepat Tsai Ing-wen akan mendapatkan dukungan usungan sebagai kandidat pemilu 2020 pada bulan April mendatang.
Berkenaan dengan wakil presiden, Penasehat Senior Istana Kepresidenan, Koo Kwang-ming, sebelumnya sempat melontarkan pendapatnya dan berharap Presiden Tsai Ing-wen bisa bekerjasama dengan Mantan Perdana Menteri William Lai. Namun dari golongan New Tide Faction Partai DPP, legislator Tuan Yi-kang berpendapat akan lebih baik bagi Presiden Tsai Ing-wen untuk meneruskan kolaborasinya dengan Wakil Presiden Chen Chien-jen saat ini.
William Lai pada hari Selasa tanggal 19 Februari kemarin sempat mempromosikan sebuah film di akun facebooknya, saat berada di kota Tainan, sehingga semua pihak masih belum memahami pendapat William Lai berkenaan dengan keinginan Presiden Tsai Ing-wen untuk kembali maju dalam pemilu 2020.
Di sisi Partai KMT, seperti kebiasaan sebelumnya, calon kandidat terpilih dari 2 bagian suara, 70% dari hasil jajak pendapat masyarakat dan 30% dari suara anggota partai. Karena masih adanya ketidaksepahaman dalam penentuan calon kandidat, maka agenda pemilihan internal partai diprediksi baru dapat diumumkan pada bulan Juli yang akan datang.