(Taiwan, ROC) – “Program Pengembangan Teknologi Antariksa Tahap 3 Taiwan”, telah diusung ke Yuan Eksekutif untuk dieksekusi, dimana akan dimulai sejak tahun 2019 hingga 2028, dengan durasi pembangunan selama 10 tahun, dan dana anggaran sebesar NT$ 25,1 milyar. Program pengembangan meliputi 6 buah satelit “Telemetri Spasial Resolusi Tinggi Tipe Pemandu”, 2 buah satelit “Telemetri Cerdas Spasial Resolusi Sangat Tinggi” dan 2 buah satelit “Radar Terbuka Terpandu”.
Menteri Teknologi Chen Liang-gee pada hari Rabu tanggal 13 Februari menyampaikan bahwa dalam pembangunan tahap ke tiga ini akan melanjutkan pengembangan teknologi yang diterapkan dalam Formosat 5 dan Formosat 7. Program pembangunan ini tentu akan menghasilkan teknologi yang lebih maju lagi dan diprediksi akan mulai dapat diluncurkan per 2021. Jika ditambah lagi dengan Formosat 7 yang akan diluncurkan pada tahun ini dan satelit jenis Falcon Heavy dan satelit kecil jenis Cubesats, maka kelak 10 tahun mendatang, Taiwan setiap tahunnya mampu meluncurkan 1 buah satelit ke angkasa dan semakin memperkokoh kedudukan Taiwan dalam dunia antariksa.
Chen Liang-gee mengatakan, “Masalah apapun dapat diselesaikan bersamaan pada waktu perbaikan berikutnya, sehingga teknologi yang kita miliki, onderdil yang kita miliki, boleh dikatakan satu-satunya di dunia, bahkan lebih maju dibandingkan dengan negara yang lain.”
Kepala National Space Organization, Lin Jun-liang lebih lanjut menyampaikan bahwa Formosat 5 setiap 2 hari sekali akan melewati Taiwan, dan akan mengambil foto dengan ukuran resolusi 2 meter. Namun dengan adanya penambahan satelit “Telemetri Spasial Resolusi Tinggi Tipe Pemandu”, maka setiap hari dapat melewati Taiwan dan dapat mengambil gambar dengan resolusi 1 meter, bahkan dengan satelit “Telemetri Cerdas Spasial Resolusi Sangat Tinggi” mampu mengambil gambar dengan resolusi mencapai 35 cm, yang artinya dari Formosat 5 mampu melihat mobil yang ada di jalan, sementara dengan satelit tipe pemandu mampu melihat motor dan satelit tipe cerdas mampu melihat mobil mainan yang kecil.
Lin Jun-liang menegaskan bahwa proses manufaktur hampir 90% dilakukan oleh pihak lokal.
Lin Jun-liang mengatakan, “Ada sebagian onderdil yang dibuat sendiri, karena bagian sensor CMOS atau X-transimiter yang memiliki standar tingkat ketepatan tinggi, mayoritas dirahasiakan oleh negara lain, sekalipun ada uang, kita tidak dapat membelinya, oleh karena itulah kita membuatnya sendiri.”
Sehubungan dengan satelit “Radar Terbuka Terpandu”, Lin Jun-liang menjelaskan pada intinya adalah satelit hanya dapat beroperasi pada saat terang, dan Taiwan sendiri rata-rata hampir 68% ditutupi oleh awan, oleh karena itu dengan adanya satelit ini, maka mampu menembus awan dan tidak akan terpengaruhi oleh hujan, mampu beroperasi untuk memantau kondisi cuaca dan senantiasa memberikan bantuan perlindungan akan kondisi cuaca Taiwan.