(Taiwan, ROC) – Aksi mogok kerja Serikat Kerja Pilot kota Taoyuan untuk cabang China Airlines berlangsung sejak tanggal 8 Februari 2019 kemarin, hingga hari Rabu tanggal 13 Februari sudah memasuki hari ke 6, Kementerian Transportasi yang mengusulkan seharusnya “Segmen melelahkan” menjadi “Jadwal terbang melelahkan” pada serikat kerja, dan mengundang perusahaan penerbangan China Airlines pada pukul 1 dini hari (13/2) menggelar negosiasi antara perusahaan dengan pekerja, setelah bergelut semalaman, pada pukul 8 pagi tadi kedua belah pihak berhasil mendapat kesepakatan awal untuk permintaan pertama dari 5 permintaan yaitu masalah jadwal penerbangan yang melelahkan.
Kesepakatan awal ini mencakup 3 pokok utama, yang pertama, terhadap permintaan pengutusan pilot yang diajukan serikat kerja, untuk durasi terbang di atas 8 jam akan mengutus 3 orang pilot, 12 jam ke atas 4 orang pilot, ini sebagai prinsip dasar. Kedua, ada pengaturan pengutusan untuk jalur penerbangan khusus. Ketiga, tidak boleh ada perubahan pengaturan pengutusan personil untuk jadwal penerbangan tetap yang ada sekarang dikarenakan kesepakatan tersebut di atas, apabila ada perubahan harus dibahas dan mendapat persetujuan dari serikat kerja, ini tidak berlaku bagi situasi darurat.
Lima tuntutan permintaan yang diajukan serikat kerja adalah 1. Mengurangi secara bertahap perbandingan pilot asing, perbandingan pilot asing diturunkan bertahap menjadi 5% dalam 3 tahun; 2. Segera mengelar pelatihan bagi awak pesawat dan merekrut awak pesawat CPL (Surat Ijin Penerbangan Komersial); 3. Tiap akhir tahun mengadakan perencanaan pengaturan personil awak pesawat dan mengumumkan posisi-posisi yang mengalami kekurangan personil, sehingga memudahkan bagi awak pesawat untuk merencanakan karirnya; 4. Pengurutan pelatihan berdasarkan senioritas dan tidak dipengaruhi dengan peralihan posisi, dan daftar urutan harus jelas serta dapat dilihat awak pesawat di ruang kerja mereka ; 5. Memberikan persetujuan bagi awak pesawat untuk turut berpartisipasi dalam pertemuan peninjauan pelatihan dan mekanisme peninjauan dari serikat kerja.
Namun, pihak perusahaan China Airlines hanya menyetujui tuntutan no ketiga dari tuntutan yang diajukan serikat kerja, dan mengajukan 3 usulan yaitu 1. Perusahaan akan melakukan peninjauan perencanaan masa depan untuk kemungkinan dalam perekrutan co-pilot asing; 2. Apabila perusahaan mengalami kekurangan personil, pengisian posisi tersebut akan berdasarkan keputusan rapat personil dan rapat pembinaan pengembangan; 3. Perusahaan akan mempertimbangkan untuk merekrut pilot asing sebagai pilot utama, dikedepannya tidak melakukan penambahan apabila tidak ada situasi khusus.
Untuk hal-hal ini, kedua belah pihak saling menuntut hingga pukul 11, api baru sementara dipadamkan, dan masing-masing pihak melakukan pembahasan sendiri-sendiri. Namun hingga menjelang sore tadi masih belum terlihat sinar terang, sampai akhirnya kedua belah pihak bagaikan prajurit yang kelelahan sehingga memutuskan untuk menghentikan perseteruan dan baru akan melanjutkan lagi besok Kamis tanggal 14 Februari pukul 10 pagi, sementara aksi mogok kerja tetap diteruskan.