(Taiwan, ROC) – Aksi mogok yang dilakukan oleh Serikat Pilot China Airlines terus berkelanjutan dan menjadi lebih besar. Guna mengatasi hal tersebut, Kementrian Transportasi atau MOTC menggelar diskusi musyawarah, yang diagendakan pada hari Sabtu tanggal 9 Februari pukul 3 sore hari, di kantor MOTC, dengan turut mengundang pihak maskapai penerbangan China Airlines dan Serikat Pilot China Airlines. Namun aksi mogok masih saja terus berlangsung, dan Serikat Pilot China Airlines terus membuka kesempatan bagi para pilot untuk mengembalikan kartu layak terbang. Apakah aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para pilot China Airlines akan dapat segera berakhir, masih belum diketahui hingga rapat diskusi selesai digelar.
Aksi mogok para pilot China Airlines telah memasuki hari yang ke dua. Merujuk kepada data informasi dari situs resmi China Airlines, pada hari Sabtu tanggal 9 Februari terdapat sebanyak 17 jalur penerbangan yang dihentikan, sementara ada 6 jalur penerbangan yang mengalami penundaan. Selain itu, merujuk kepada data statistik yang dihimpun oleh Serikat Pilot China Airlines, disebutkan bahwa kini telah terdapat sebanyak 380 kartu layak terbang yang telah dikembalikan oleh pilot kepada pihak Serikat Pilot, dan turut serta dalam aksi mogok kerja tersebut.
Serikat Pilot China Airlines membangun tenda istirahat sementara di lahan parkir di kawasan bandara Songshan Taipei, guna menerima kartu layak terbang dari para pilot. Hingga hari Sabtu tanggal 9 Februari, masih terdapat pilot yang datang dan menyerahkan kartu layak terbang tersebut. Salah satu pilot yang berhasil diwawancarai, yang bermarga Wu menjelaskan bahwa mereka kerap harus menjalankan tugas penerbangan di tengah malam tanpa bisa beristirahat selama berjam-jam, dengan hanya mengandalkan mengunyah permen karet atau minum kopi untuk tetap dapat berada dalam kondisi sadar. Sehingga mereka kerap langsung tak sadarkan diri seusai tugas penerbangan.
Pilot Wu mengatakan, “Dalam satu tengah malam, terdapat selama 5 hingga 6 jam tidak boleh beristirahat. Jujur dapat dikatakan bahwa kita harus berusaha dan mencari jalan keluar sendiri guna dapat terus berada dalam kondisi bangun, misalnya dengan mengunyah permen karet, minum kopi dan saling memberikan semangat satu sama lain, hingga pesawat mendarat dengan aman di bandara.”
Guna menyelesaikan permasalahan ini, pihak Kementrian Transportasi menggelar rapat diskusi musyawarah antara maskapai penerbangan China Airlines dengan Serikat Pilot, yang dijadwalkan pada hari Sabtu sore pukul 3 tanggal 9 Februari. Meskipun diskusi musyawarah telah diagendakan, namun aksi mogok kerja masih terus berlanjut, dan pihak Serikat Pilot China Airlines masih terus menerima penyerahan kartu layak terbang dari para pilot yang ada.
CEO China Airlines Hsieh Shih-chien pada hari Sabtu tanggal 9 Februari mendatangi bandara Taoyuan terminal 2 untuk menyapa para awak darat China Airlines yang masih terus menjalankan tugasnya. Dalam wawancara dengan media, Hsieh Shih-chien menyampaikan jika kunjungan tersebut merupakan rutinitas yang kerap dilakukan. Saat ditanya mengenai masalah penyelenggaraan diskusi musyawarah, Hsieh Shih-chien menjawab jika dirinya menyerahkan semua kondisi rapat kepada panitia, dan berharap semua pihak dapat mengeluarkan unek-unek yang ada dan mencari solusi jalan keluar pemecahan masalah.