History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Freedom House: Taiwan menikmati kebebasan tertinggi ke 26 di dunia

  • 07 February, 2019
  • 陳志勇
Freedom House: Taiwan menikmati kebebasan tertinggi ke 26 di dunia
Freedom House: Taiwan menikmati kebebasan tertinggi ke 26 di dunia dan dicap sebagai negara atau teritori

(Taiwan, ROC) - Taiwan dicap “bebas” dengan menduduki urutan ke 26 sebagai negara atau teritori yang menikmati kebebasan tertinggi di dunia, sementara Daratan Tiongkok menduduki urutan ke 180 dan dicap sebagai “tidak bebas,” demikian berdasarkan laporan “Freedom in the World 2019” yang dirilis oleh Freedom House (Rumah Kebebasan).

Taiwan mendapatkan angka 93 dari 100 untuk kebebasan, prestasi yang sama dengan 2017, dan membuatnya sebagai negara terbebas kedua di Asia, hanya menyusul di belakang Jepang yang meraih amgla 96, tapi lebih unggul dibandingkan demokrasi barat seperti Prancis (90), Italia (89) dan Amerika Serikat (86).

Di antara 195 negara atau teritori yang disurvei kali ini, 86 dikategorikan sebagai “bebas,” 59 “sebagian bebas” dan 50 “tidak bebas.”

Di urutan top adalah Finlandia, Norwegia dan Swedia, semuanya mendapatkan angka 100. Menyusul adalah Nederland (99), Kanada (99), Selandia Baru (98), Uruguay (98), Australia (98), Luxembourg (98), Irlandia (97) and Denmark (97).

Republik Rakyat Tiongkok adalah salah satu negara atau teritori yang meraih angka paling rendah, hanya 11, menduduki urutan ke 180 bersama Azerbaijan dan Yemen. Faktor utama rendahnya angka kebebasan di Daratan Tiongkok adalah upaya personalisasi kekuasaan yang dilakukan Ketua Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping (習近平) dan penggunaan kekerasan oleh Beijing dalam menangani pengungsian etnis Uighur.

Sementara itu, yang meraih angka paling rendah yakni nol adalah Suriah, dan negara atau teritori lain yang mendapatkan angka di eselon paling bawah mencakup Tibet (1), Sudan Selatan (2), Eritrea (2), Turkmenistan (2), Korea Utara (3) dan Sahara Barat (4).

Dalam laporan tahunan Freedom in the World 2019 berjudul “Kemunduran Demokrasi,” Freedom House juga mengemukakan, kebebasan global pada 2018 mencatat kemunduran berturutan 13 tahun.

Menurutnya, kemunduran tersebut terjadi di banyak negara di setiap wilayah, termasuk di negara demokrasi matang seperti Amerika Serikat, dan juga di rezim otoriter terkonsolidasi seperti Tiongkok dan Rusia.

Freedom House mengingatkan, meski skalanya masih kecil dibandingkan kenaikan pada akhir abad ke 20, kemunduran ini telah membentuk pola konsisten yang mengkhawatirkan.

Untuk diketahui, Freedom House atau Rumah Kebebasan adalah organisasi nirlaba yang berpusat di Washington, D.C. dengan kantor cabang di berbagai negara. Didirikan pada 1941, organisasi ini melakukan penelitian dan advokasi atas demokrasi, kebebasan politik dan hak asasi manusia.

Komentar

Terbarumore