(Taiwan, ROC) - Kementrian Luar Negeri berterima kasih kepada Honduras atas dukungan yang disampaikan dalam konferensi Komite Pelaksana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang tidak hanya meyakinkan kerja sama medis antara Honduras dan Taiwan, juga menyerukan dunia mengesampingkan unsur intervensi politik agar Taiwan bisa mengikuti semua persidangan dan kegiatan WHO.
Konferensi Komite Pelaksana WHO digelar dari 24 Januari hingga 1 Februari di Jenewa, Swiss. Melalui pidato yang disampaikan pada tanggal 30 Januari, representatif Honduras yang menghadiri konferensi mengimbau WHO untuk memulihkan hak bagi Taiwan untuk berpartisipasi dengan WHO.
Representatif Honduras itu juga menegaskan, Honduras sedang dengan aktif mempromosikan kebijakan konkrit untuk mencapai target perkembangan berkelanjutan, juga sedang membangun mekanisme perawatan pengobatan pokok melalui kooperasi teknologi dengan negara lain, di mana Taiwan adalah salah satu negara sahabat yang bekerja sama dan memberi banyak bantuan pada Honduras.
Atas dukungan ini, Kementrian Luar Negeri kembali menyerukan WHO melepaskan unsur intervensi politik, dengan sikap profesional kembali mempertimbangkan dan mengizinkan Taiwan untuk kembali menghadiri konferensi, dan mengikuti mekanisme serta kegiatan WHO.
Menurut Kementrian Luar Negeri, kali ini selain Honduras, ada delapan negara lain yang mengekspresikan dukungan pada Taiwan, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Haiti, Paraguay, Eswatini, Guatemala, Nikaragua dan Kepulauan Solomon.
Untuk diketahui, Taiwan berturutan delapan tahun sejak 2009 mengikuti konferensi Majelis Kesehatan Dunia (WHA) dengan status pengamat. Tahun 2017 dan 2018, Taiwan tidak diundang karena oposisi dari Daratan Tiongkok.