(Taiwan, ROC) - Kementrian Pendidikan (MOE) sedang meningkatkan upaya untuk melatih 5.000 guru bahasa Inggris di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama sebelum 2030, yakni target yang ditetapkan pemerintah untuk membangun Taiwan menjadi negara dwibahasa pada tahun itu.
Berdasarkan keterangan pers yang dirilis Rabu, 30 Januari, MOE mengutarakan, 2.000 guru harus sudah bisa memakai bahasa Inggris sebagai medium pengajaran sebelum 2022, dan jumlahnya akan ditingkatkan lagi menjadi 5.000 guru sebelum 2030, sesuai target dalam kebijakan “negara dwibahasa” yang dipromosikan oleh mantan Perdana Menteri William Lai Ching-te (賴清德).
Lebih detail lagi, dijelaskan bahwa guru bahasa Inggris di masa depan akan menggunakan bahasa Inggris secara eksklusif dalam kelas bahasa Inggris, baik di SD mau pun SMP, dan juga kelas untuk mata pelajaran lain seperti kesenian dan matematika.
Hingga kini, telah ada 19 universitas di Taiwan yang berencana menawarkan program pendidikan guru bahasa Inggris. Enam darinya telah memperoleh subsidi untuk membuka pusat riset pengajaran bahasa Inggris dan meluncurkan program riset dan perkembangan materi serta metode pengajaran.