(Taiwan, ROC) - Kementerian Pertahanan dan Keamanan Nasional atau MND bekerja sama sepenuhnya dalam hal pencegahan epidemi Asfivirus (flu babi Afrika), dan tidak akan longgar di masa liburan tahun baru Imlek. Juru bicara MND, Chen Chung-chi pada hari Rabu tanggal 30 Januari menyampaikan, setiap instansi dan kabupaten/kota selain melakukan simulasi pencegahan juga telah meningkatkan patrol pesisir pantai dan laut, begitu mendapati ada mayat babi harus langsung dilaporkan.
Chen Chung-chi mengatakan, “Apabila mendapati babi yang tidak jelas asal muasalnya, kami akan melaporkan pada sistem pelaporan, Yuan Eksekutif mengkoordinasikan segala sesuatu yang terkait, menegosiasikan dengan kementerian lainnya, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan dengan baik tanpa ada kebobolan.”
Selain memperketat peraturan terkait flu babi Afrika, layanan medis Rumah Sakit Angkatan Bersenjata juga tidak akan terhenti pada masa liburan tahun baru Imlek, semua layanan gawat darurat (UGD) akan tetap memberikan pelayanan seperti biasanya. Wakil Kepala RS Angkatan Bersenjata, Xia Zhong-qing lebih lanjut mengemukakan, “Penyakit darurat seperti infeksi saluran pernafasan atau influenza”, “Infeksi lambung dan usus” serta “demam” merupakan 3 penyakit yang paling banyak dalam UGD selama liburan tahun baru Imlek tahun lalu, Xia Zhong-qing menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan tidak makan terlalu banyak selama masa tahun baru Imlek.
Selain memberikan layanan medis, Kemenhankam juga menyediakan angkutan untuk layanan di luar pulau. Kemenhankam mengemukakan, berdasarkan data 3 tahun terakhir, AU mengutus 136 armada C-130 dengan 7.702 tentara sipil, tahun ini juga sama, dengan kondisi tidak mempengaruhi tugas persiapan pertahanan perang akan memberikan layanan transportasi yang dibutuhkan, mengutus C-130 untuk bersiaga untuk layanan luar pulau.