(Taiwan, ROC) - Dewan Pembangunan Nasional (NDC) hari Rabu (30/1) bersama dengan Kiel Institute for the World Economy dan Institut Penelitian Ekonomi Chunghua (CIER) mengelar “GS Taipei Workshop 2019” dengan tema “Promosi Pembangunan yang berfokus pada Manusia di Era Digital”, menjelajahi keterkaitan digital, meneliti dan mengembangkan dengan berfokus pada manusia, dan meningkatkan kesejahteraan sosial manusia.
Pembicara dalam kegiatan ini, ada pakar German Institute for Japanese Studies, Franz Waldenberger, Wakil Rektor National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS), Sunami Atsushi, Profesor Karlsruher Institut für Technologie, Ingrid Ott serta 12 pakar lainnya dari Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang, Singapura, dan Taiwan sendiri yang akan memberikan ceramah dan pembahasan, kegiatan ini menarik sekitar 200 orang dari bidang produksi, penelitian dan lain sebagainya.
Kepala NDC, Chen Mei-ling dalam kata sambutannya menyampaikan, Kiel adalah pakar dari Think Tank T20 yang merupakan salah satu dari 2 Think Tank besar di Jerman, NDC selama 6 tahun berturut-turut bersama Kiel mengelar seminar di Taipei. Hasil pembahasan kali ini akan disampaikan dalam Global Solutions Summit yang berlangsung di Berlin, Jerman pada bulan Maret mendatang, di mana Taiwan juga akan berbagi pengalaman memberikan sumbangsih dalam memecahkan beberapa permasalahan dunia internasional.
Rektor German Institute for Japanese Studies, Dennis Snower yang semula dijadwalkan datang sebagai salah satu pembicara, tetapi karena masalah kesehatan sehingga terpaksa membatalkan diri untuk datang ke Taiwan, untuk itu ia secara khusus meminta Kiel untuk menyampaikan sepatah dua patah darinya. Snower menyampaikan, dalam forum kali ini dengan jelas mendeskripsi “pergesaran paradigm global”, membahas bagaimana agar terobosan baru ini dapat bertoleransi dengan masyarakat, pengoperasian digital bagi masyarakat manula serta bagaimana penggunaan AI dalam menyeimbangkan perekonomian, pengaruh pada etika moral dan masyarakat serta lainnya, semua memiliki makna positif, untuk memastikan ekonomi masyarakat tidak dihancurkan oleh teknologi digital melainkan dapat lebih membantu dan lebih diterima.