History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Menlu Perempuan Pertama Eswatini akan Menyambangi Taiwan

  • 29 January, 2019
  • 尤繼富
Menlu Perempuan Pertama Eswatini akan Menyambangi Taiwan
Menlu Perempuan Pertama Eswatini akan Menyambangi Taiwan

(Taiwan, ROC) --- Satu-satunya negara di Benua Afrika yang masih menjalin hubungan bilateral dengan Taiwan, yakni Eswatini, kembali memperdalam hubungan kerja samanya dengan Taiwan. Menteri Perencanaan dan Pengembangan Ekonomi Eswatini yang baru saja dilantik, Thambo Gina dan Menteri Luar Negeri, Thulisile Dladla direncanakan akan mengunjungi Taiwan pada bulan Februari mendatang. Kunjungan mereka adalah bukan lain untuk memenuhi undangan dari Menteri Luar Negeri Taiwan. Thulisile Dladla juga merupakan wanita pertama yang pernah menjabat posisi Menlu di Eswatini. Kementerian Luar Negeri (MOFA) mengemukakan, kunjungan mereka merupakan simbol semakin eratnya hubungan kerja sama antar Taiwan dengan Eswatini.

Kabinet pemerintahan baru di Eswatini baru saja diresmikan pada akhir tahun lalu. 6 wanita diangkat sebagai menteri dari kabinet pemerintahan tersebut, di antaranya terdapat Thulisile Dladla yang merupakan Menlu perempuan pertama bagi Eswatini. Guna untuk mempererat hubungan kerja sama antar Taiwan dengan kabinet Eswatini, MOFA telah mengundang beberapa anggota kabinet Eswatini, meliputi Thulisile Dladla. Dan diperkirakan pada bulan Februari mendatang, mereka akan tiba di Taiwan. Ketua Divisi Asia Barat dan Benua Afrika MOFA Liu Bang-zyh (劉邦治) mengatakan, “Tim perwakilan akan berkunjung ke Taiwan pada 24 Februari hingga 28 Februari. Ini juga menunjukkan hubungan kerja sama antar Taiwan dengan Eswatini yang terjalin kian erat.”

Liu Bang-zyh menambahkan selain Eswatini, perwakilan Mongolia untuk Taiwan yang baru saja terpilih, yaitu Zolzaya Lkhagvasuren, juga akan tiba di Taiwan pada bulan Februari mendatang. Atas dasar stabilnya pertumbuhan kerja sama antar Taiwan dengan Mongolia, pihak Taiwan berharap dapat menjalin kerja sama yang lebih erat pada masa-masa mendatang.

Selain itu, terkait dengan pernyataan dari perwakilan Taiwan untuk Jepang Frank Hsieh (謝長廷) di salah satu media sosial, Juru Bicara MOFA Andrew Lee (李憲章) mengemukakan ia menghormati pendapat dari Frank Hsieh dan akan terus berkomunikasi dengannya.

Komentar

Terbarumore