(Taiwan, ROC) - Taiwan Institute of Economic Research (TIER) memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahunan Taiwan untuk tahun 2019 sebesar 2,12%, merevisi ke bawah sebesar 0,08% dibandingkan periode sebelumnya, alasannya karena diperkirakan situasi perdagangan memburuk dari periode sebelumnya.
TIER tanggal 25 Januari mengelar press rilis “Laporan Perkiraan Iklim Ekonomi Domestik Bulan Januari” juga mengumumkan perkiraan pertumbuhan ekonomi terbaru untuk tahun 2019 direvisi ke bawah menjadii 2,12%.
Pada bidang perdagangan, perluasan dan pertumbuhan iklim global sudah mencapai puncaknya, tingkat pertumbuhan ekonomi negara perdagangan utama dunia telah melamban ditambah lagi dengan rendahnya harga minyak internasional, ruang kenaikkan harga komoditas sangat terbatas, produk informatika juga melamban, juga tidak dapat diketahuinya kapan berakhirnya perang dagang Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok, semua unsur ini mempengaruhi permintaan industri menjadi konservatif, TIER yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 2,70% direvisi turun sebesar 0,85%.
Kepala Pusat Prakiraan Iklim Ekonomi TIER, Sun Ming-te menganalisa, iklim ekonomi “Luar dingin dalam hangat”, perdagangan luar negeri lebih buruk dari yang tadinya diperkirakan terutama perang dagang Amerika dan Daratan Tiongkok yang tidak mudah berakhir, bulan Desember tahun lalu terlihat ada perubahan lalu di mana kedua belah pihak melakukan pembicaraan tetapi meskipun demikian keduanya tetap terus mencerca satu sama lain sehingga mempengaruhi kepercayaan produsen.
Pada bagian domestik, TIER memperkirakan pertumbuhan tahun ini sama seperti perkiraan sebelumnya yaitu sebesar 2,20%, Sun Ming-te beranggapan, usulan pemerintah untuk mempromosikan investasi dan meransang konsumen merupakan arahan yang benar; Sekarang ini dalam negeri masih memerlukan kehangatan, langkah demi langkah yang diambil pemerintah dengan mengamati situasi untuk menentukan tindak lanjut apakah perlu untuk meningkatkan kekuatan, ini merupakan strategi yang lebih baik.
TIER mengingatkan, banyak unsur yang tidak pasti di tahun 2019 yang mungkin akan mempengaruhi iklim ekonomi dalam dan luar negeri, seperti hasil dari negosiasi perdagangan Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok, situasi politik dan ekonomi internasional, kebijakan moneter utama bank sentral serta lainnya yang harus diperhatikan dengan cermat.