(Taiwan, ROC) – Duta Hak Asasi Manusia Kementrian Luar Negeri Perancis, Francois Croquette, pekan depan akan melakukan kunjungan perdananya ke Taiwan. Selain akan mengikuti kegiatan malam La Nuit des Idées atau malam pertemuan dan berbagi ide, Francois Croquette juga akan mengunjungi beberapa instansi kementrian, organisasi NGO, berbagi informasi dan pandangan terkait hak keadilan, keikutsertakan perempuan dalam dunia politik, krisis demokrasi dan juga masalah hukuman mati.
Kantor Perwakilan Perancis di Taiwan menyampaikan bahwa Francois Croquette akan melakukan kunjungan ke Taiwan pada tanggal 29 Januari hingga 1 Februari, dan ini merupakan kunjungan perdana bagi pejabat kementrian luar negeri Perancis ke Taiwan. Dalam kunjungan kali ini, Francois akan menghadiri kegiatan Malam La Nuit des Idées yang digelar atas kolaborasi antara Kementrian Kebudayaan dan Kantor Perwakilan Perancis, melakukan interaksi komunikasi dengan warga Taiwan, melakukan kunjungan ke lembaga kementrian dan perwakilan organisasi NGO. Adapun fungsi yang dimaksudkan adalah untuk berbagai pengalaman tentang hak asasi manusia yang berada di Perancis, membahas perkembangan demokrasi dunia dan berbagai hubungan kerjasama lainnya.
Kantor Perwakilan Perancis menjelaskan jika Malam La Nuit des Idées adalah sebuah kegiatan yang diawali di Perancis pada tahun 2016, yang kemudian mendunia. Kegiatan digelar setiap tahunnya, tepatnya pada hari Kamis terakhir di bulan Januari, dengan mengundang ragam pakar ahli untuk melakukan dialog komunikasi membahas masalah sosial masyarakat. Tahun lalu, kegiatan Malam La Nuit des Idées baru pertama kalinya dibawa oleh Kantor Perwakilan Perancis masuk ke Taiwan.
Adapun Malam La Nuit des Idées, pada tahun ini diperkirakan dapat digelar di sebanyak 100 kota di dunia. Untuk kawasan Asia, kegiatan Malam La Nuit des Idées digelar di Taipei, Tokyo, Seoul, Hong Kong, Bangkok dan Jakarta. Untuk topik tahun ini, mengambil tema “Menghadapi Trend Budaya Baru”, sementara untuk penyelenggaraan di Taiwan, mengambil tajuk “Menghadapi era digitalisasi”.