(Taiwan, ROC) --- Presiden Tsai Ing-wen pada Rabu (23/1) melalui media sosial Facebook mengumumkan Google akan membeli energi terbarukan Taiwan sebanyak 10 MW. Ini merupakan pertama kalinya Google melakukan transaksi energi terbarukan di kawasan Benua Asia.
Kepala Negara pada Rabu malam (23/1) melalui akun Facebook pribadinya membuat pernyataan yang cukup penting. Beliau menuliskan bahwa terdapat beberapa peristiwa besar yang wajib diketahui pada Kamis (24/1).
Presiden Tsai Ing-wen melanjutkan bahwa Google telah mengumumkan akan membeli energi terbarukan milik Taiwan sebanyak 10MW. Ini juga merupakan pertama kalinya, perusahaan raksasa tersebut melakukan transaksi energi terbarukan di kawasan Benua Asia.
Kepala Negara mengemukakan pengembangan energi terbarukan dapat mendatangkan peluang usaha yang menguntungkan. Banyak perusahaan raksasa dunia, kini mulai memprioritaskan penanaman investasi di sektor energi terbarukan. Keputusan Google kali ini, diharapkan dapat mengusung perubahan akan konsep bebas polusi karbon, yang bertahap menuju 100%.
Presiden Tsai Ing-wen melanjutkan energi hijau dapat membantu sektor industri Taiwan semakin dikenal di dunia internasional. Kini semakin banyak pelaku usaha dunia yang mulai berharap dapat menggunakan sumber energi ini dalam proses produksi mereka. Selain Google, beberapa pengusaha internasional dan domestik, juga mulai berlomba-lomba; meliputi Amazon, Microsoft, Facebook, dan TSMC Taiwan. Taiwan adalah negara yang berorientasi pada ekonomi perdagangan, dengan penerapan energi ramah lingkungan, akan dapat membuat nama Taiwan semakin harum di mata dunia.
Pada tahun 2017 lalu, Yuan Eksekutif menyelesaikan revisi undang-undang tenaga listrik, dan membuka pintu bagi inovasi penyedia daya listrik yang lebih independen. Oleh karena itu, Google kali ini membeli energi terbarukan langsung dari sumbernya dan mendapat sertifikat dari Kementerian Ekonomi. Sertifikat yang dikeluarkan oleh MOE, juga merupakan salah satu standarisasi yang diakui oleh dunia global.