(Taiwan, ROC) – Wakil Kepala Badan Investigasi Kriminal Lin Yen-tien pada hari Rabu tanggal 23 Januari, saat menggelar jumpa pers di kantor Kementrian Dalam Negeri menyampaikan jika selama selang 5 tahun terakhir ini, jumlah kasus kriminal mengalami penurunan, dan persentase pemecahan kasus juga terus mengalami peningkatan. Untuk tahun lalu, jumlah kasus kriminal yang tercatat mencapai lebih dari 283 ribu kasus, berkurang 10 ribu kasus dibandingkan tahun sebelumnya, yang mana berhasil mencatat rekor terbaru dalam hal jumlah pelanggaran hukum terendah. Sementara untuk persentase pemecahan kasus yang mengalami peningkatan, pada tahun lalu, berhasil mencapai 95,5%, sehingga menjadi rekor tertinggi terbaru yang ada dalam sejarah.
Lin Yen-tien mengatakan, “Mengalami penurunan sebesar kurang lebih 10 ribu kasus, penurunan jumlah pelanggaran hukum menjadi yang terendah. Dengan menghitung dari data yang ada, maka jumlah pelanggaran hukum per 100 ribu penduduk, menjadi yang terendah dalam sejarah, menjadi kurang lebih sebanyak 1.200 kasus untuk setiap 100 ribu penduduk yang ada.”
Lin Yen-tien menjelaskan, dalam seluruh kasus tindak pidana yang ada, kasus yang menjadi perhatian publik adalah kasus pembunuhan, pencurian dan perampokan dengan bersenjata api. Pada tahun lalu, kasus kekerasan dan pencurian, masing-masing mengalami pengurangan sebesar 21% dan 11%. Selain itu, pada tahun lalu meskipun jumlah kasus kriminal penipuan mengalami peningkatan, namun jika melihat dari jumlah dana yang dihimpun, tidak mencapai NT$ 300 juta, sehingga hal ini turut mencerminkan ketangguhan aparat kepolisian dalam memecahkan kasus.
Lin Yen-tien juga memberikan penjelasan untuk tugas pencidukan narkoba, memerangi penipuan dan razia. Untuk kasus narkoba, pada tahun lalu berhasil menciduk lebih banyak kasus penyelundupan narkoba, di antaranya berhasil membongkar kasus 1.200 kg bahan narkoba jenis ketamine. Aparat kepolisian juga telah menjalankan 2 kali aksi pemutusan kasus penipuan berantai. Selain itu pada saat menjelang pemilu 9 in 1 pada akhir tahun lalu, aparat kepolisian bekerjasama dengan badan investigasi daerah, melakukan tugas razia dan berhasil membongkar 132 kasus organisasi terlarang dan menangkap lebih dari seribu pelaku kejahatan.
Selain itu, berkenaan dengan kasus berita hoax, Lin Yen-tien menjelaskan bahwa pada saat menjelang pilkada akhir tahun lalu, aparat kepolisian juga berhasil membongkar sebanyak 146 kasus berita hoax dengan turut menangkap sebanyak 182 orang. Guna mengantisipasi pemilu presiden dan wakil presiden, serta pemilu anggota legislatif di tahun 2020, pihak kepolisian juga telah membentuk tim khusus yang terdiri dari 50 petugas, untuk mengantisipasi berita hoax.