(Taiwan, ROC) --- Reaktor nuklir Fukushima diketahui mengalami kerusakan parah akibat terjangan tsunami pada tahun 2011 lalu. Tahun ini merupakan 8 tahun genapnya rentetan bencana yang terjadi pada 11 Maret 2011. Organisasi Internasional Green Peace Taiwan pada Selasa (22/1) bersama dengan kantor di Jerman, Jepang dan Korea Selatan, menerbitkan laporan yang bertajuk “Krisis Pembuangan Limbah Radiasi oleh Perusahaan Listrik Tokyo”. Laporan ini merujuk pada masih adanya 1,11 juta ton limbah radiasi yang dimiliki oleh PLTN Fukushima, terhitung 13 Desember 2018.
Manajer Proyek Energi Green Peace Taiwan, Li Zhi-an (李之安) mengatakan, “TEPCO berencana akan tetap membuang limbah ini ke Samudera Pasifik, yang notabene telah ditetapkan melebihi standar keamanan. Pihak Green Peace telah meminta TEPCO untuk menghentikan seluruh perencanaan pembuangan limbah ke Samudera Pasifik”.
Perusahaan Listrik Tokyo (TEPCO) pada Bulan September tahun lalu mengakui bahwa 875.000 ton limbah yang telah diolah telah disimpan di tangki penyimpanan. Dilaporkan ada 750.000 ton limbah yang bahan radioaktifnya tidak dapat diturunkan berdasarkan standar yang ditetapkan oleh peraturan pembuangan limbah. Ditambah lagi adanya 65.000 ton yang mengandung Strontium-90, yang kadarnya dikabarkan telah melampaui standar keamanan. Namun TEPCO dikarenakan masalah finansial, berencana akan membuang limbah ini ke Samudera Pasifik dengan cara termurah.