(Taiwan, ROC) Presiden Tsai Ing-wen pada hari Senin (1/21) bertemu dengan wadah pemikir Amerika Serikat Asosiasi Hubungan Luar Negeri Richard Haass. Beliau menyampaikan guna mempertahankan stabilitas dan perdamaian tatanan internasional abad ke-21, Taiwan sebagai bagian dalam komunitas internasional selain berani menghadapi tantangan ini tetap bersikeras mempertahankan nilai demokrasi dan kebebasan serta mengupayakan perkembangan kemakmuran dan perdamaian kawasan Indo Pasifik.
Mengenai hubungan lintas selat Taiwan, Presiden Tsai Ing-wen mengemukakan, Taiwan sama sekali tidak pernah menolak pertukaran kerjasama, akan tetapi pihak Daratan Tiongkok kembali memberikan ancaman kepada Taiwan dan berniat memperkuat prinsip “satu negara dua sistem”, maka Presiden Tsai menegaskan Taiwan sama sekali tidak pernah menerima konsep ini, hal ini telah menjadi konsekuensi Taiwan.
Presiden Tsai Ing-wen menghimbau agar komunitas internasional dapat serius menanggapi perubahan yang terjadi. Presiden Tsai Ing-wen, “Impian Daratan Tiongkok yang disampaikan pemerintah Beijing tidak ada demokrasi dan kebebasan, mereka menggunakan diktator melawan kebebasan, melanggar nilai universal, hal ini menjadi ancaman bagi tatanan internasional. Taiwan berdiri di garis terdepan membela kebebasan rakyat, generasi Taiwan ini memiliki misi sejarah, yakni harus mempertahankan demokrasi Taiwan tidak mendapat ancaman, saya yakin dalam menghadapi intimidasi demikian, jika kita semakin lemah, maka mereka akan semakin arogan.”
Presiden Tsai mengemukakan, masyarakat dunia yakin dengan nilai demokrasi, mencakup kelompok kebebasan yang ada di Daratan Tiongkok dan Hongkong, mengharapkan Taiwan dapat bersikeras melawan diktator. Ia mengatakan, Taiwan akan terus berlanjut, juga mengharapkan agar negara sahabat yang sependapat mengupayakan bersama demi menjamin nilai universal terbentuk dalam tatanan internasional abad ke-21.