(Taiwan, ROC) – Sekalipun beberapa pejabat tinggi Amerika dan Daratan Tiongkok, secara terpisah memberikan pernyataan yang keras berkenaan dengan masalah Taiwan. Ada sebagian orang yang berpendapat jika hal ini tentu akan kembali memicu pertikaian di Selat Taiwan. Namun ada pakar ahli yang menyampaikan, meskipun pihak Beijing terus menerus menegaskan bahwa Taiwan adalah bagian yang terpenting dalam masalah hubungan Amerika dengan Daratan Tiongkok, namun sebenarnya jika melihat urutan dalam agenda diskusi, masalah Taiwan boleh terbilang berada di bagian bawah, sehingga dapat diprediksi jika hubungan antar selat untuk tahun 2019, boleh dikategorikan stabil.
Institut Global Taiwan atau GTI pada hari Kamis tanggal 17 Januari kemarin menggelar seminar yang bertajuk “Taiwan di tahun 2019”. David Brown, dosen dari The Johns Hopkins University saat diwawancarai memberikan prediksinya, untuk tahun 2020, khususnya pada masa menjelang pemilihan umum presiden dan wakil presiden, tugas penting dari Presiden Tsai Ing-wen adalah menjadi petahana dan berupaya untuk dapat terpilih kembali, oleh sebab itu Tsai Ing-wen juga akan berupaya semaksimalnya mempertahankan status quo dengan pihak Daratan Tiongkok. Saat ini pimpinan Daratan Tiongkok Xi Jin-ping lebih fokus kepada program kerja menyelesaikan masalah perekonomian dalam negerinya, sehingga isu Taiwan bukan menjadi bagian yang terpenting untuk Xi Jin-ping, sehingga setidaknya selama tahun 2019, maka hubungan antar selat boleh dikategorikan masih berada dalam kondisi yang stabil.