Kepala Center for the Study of Chinese Military Affairs National Defense University, Phillip Saunders, dalam melihat perkembangan kekuatan militer Daratan Tiongkok dan tantangan yang akan dihadapi oleh Taiwan, menyampaikan sehubungan dengan reformasi yang terus dilakukan oleh Tentara Pembebasan Rakyat oleh pemerintah Daratan Tiongkok, semua satuan militer juga tengah melakukan penyesuaian dengan struktur kemiliteran baru, latihan militer lintas angkatan bersenjata yang digelar lebih banyak lagi, maka sebagian latihan militer yang dilakukan tersebut untuk Taiwan dan pemberian tekanan kepada Tsai Ing-wen, masih hanya dapat dikategorikan sebagai bagian dari pemberian signal semata. Phillip Saunders tidak mengkhawatirkan akan terjadi pertikaian militer antar selat dalam waktu singkat. Namun jika dilihat secara jangka panjang, perbaikan kekuatan tempur dari Tentara Pembebasan Rakyat, justru merupakan hal yang perlu diantisipasi dan dikhawatirkan oleh semua pihak.
Selain itu, Phillip Saunders beranggapan jika pada tahun 2019, hal terpenting yang harus dipertimbangkan untuk dilaksanakan oleh satuan militer Taiwan adalah melihat kembali kekuatan militer Taiwan yang harus ditingkatkan, dimana hal ini juga telah dibuktikan dengan adanya latihan “Anti penyerbuan masuk ke darat” yang belum lama ini dilakukan oleh satuan militer Taiwan. Dirinya melihat jika latihan sejenis merupakan hal yang harus diprioritaskan oleh Taiwan, namun karena data informasi yang dapat diperoleh tidak banyak, misalnya berapa pesawat tempur, berapa tank dan berapa kapal selam yang benar-benar dibutuhkan oleh Taiwan, akan menjadi sebuah tantangan bagi Taiwan dalam hal kemiliteran.
Berkenaan dengan perkembangan perekonomian Taiwan untuk tahun 2019, Kepala Taiwan Business Council, Rupert Hammond-Chambers menyampaikan jika ancaman perekonomian yang dilakukan oleh Daratan Tiongkok terhadap Taiwan adalah sebuah hal yang sangat meresahkan publik. Rupert menyebutkan jika pemberian sanksi “Carrot and Stick” terhadap Taiwan, baik itu dalam bidang kemiliteran, keamanan dan perekonomian, sudah dapat dikategorikan sebagai bertentangan dengan peraturan “Hubungan Taiwan Amerika”, khususnya untuk bagian pasal “Daya pertahanan diri dalam menghadapi gejolak dan keamanan Taiwan, sosial masyarakat, kebijakan ekonomi, yang akan berkelanjutan dengan penggunaan kekuatan militer atau ancaman lainnya”. Adapun ancaman dan tekanan yang dilakukan oleh pihak Daratan Tiongkok terhadap Taiwan, telah masuk ke tahapan yang lebih baru lagi, sehingga pihak Amerika tengah mempertimbangkan untuk melakukan penandatanganan kerjasama dalam bidang perdagangan ke dua belah pihak dengan Taiwan, sehingga Taiwan tidak akan termarginalisasikan dalam hal perekonomian.