(Taiwan, ROC) – Pimpinan Daratan Tiongkok Xi Jin-ping sebelumnya mengeluarkan “Surat untuk Warga Taiwan” dalam peringatan yang ke 40 tahun, yang menekankan bahwa sesama Tionghoa tidak akan saling baku hantam, reunifikasi damai antar selat, menggunakan metode “Satu Negara Dua Sistem”. Berkenaan dengan hal ini, Gereja Presbyterian Taiwan pada hari Rabu tanggal 16 Januari menggelar jumpa pers dan menyampaikan pernyataan akan tetap berpegang teguh kepada kedaulatan, harkat dan martabat Taiwan, menolak pernyataan yang disampaikan oleh Xi Jin-ping untuk Taiwan.
Kepala Gereja Presbyterian Taiwan, pendeta Hsueh Po-tsan menyampaikan bahwa hari ini adalah hari dimana masyarakat Taiwan mulai sadarkan diri, jika Daratan Tiongkok ingin menyatukan Taiwan, menggunakan metode “Satu Negara Dua Sistem”. Namun Taiwan adalah Taiwan dan Daratan Tiongkok adalah Daratan Tiongkok, tidak ada “Konsensus 92”, dimana hanya ada “Satu Tiongkok”, dengan menggunakan Hong Kong sebagai bukti jika “Satu Negara Dua Sistem” adalah sebuah kebohongan belaka. Ia menghimbau Partai KMT agar tidak menggunakan “Konsensus 92” untuk berpadanan dengan Daratan Tiongkok, dan Taiwan harus mempertahankan kedaulatannya sendiri.
Pendeta Hsueh Po-tsan mengatakan, “Kini Partai KMT hendak berpadanan dengan Partai Komunis Daratan Tiongkok, dengan menggunakan ‘Konsensus 92’ mengelabui masyarakat, kami merasa ini adalah sikap yang sangat meremehkan. Kami sekali lagi memberikan balasan seusai Xi Jin-ping menyampaikan pernyataannya, bahwa kami Gereja Presbyterian Taiwan menyampaikan jika akan mempertahankan kedaulatan, harkat dan martabat Taiwan.”
Selanjutnya pihak Gereja Presbyterian Taiwan juga menyebutkan jika masa depan Taiwan hendaknya diputuskan oleh masyarakat Taiwan, selain itu juga berharap pemerintah dapat mengusung reformasi perbaikan Undang-Undang Dasar, menetapkan Undang-Undang Dasar sesuai dengan kondisi Taiwan saat ini, aktif mengikuti berbagai kegiatan internasional, mengimplementasikan harapan gereja yakni “Negara yang baru dan independen”. Pihak gereja juga berharap pimpinan Daratan Tiongkok Xi Jin-ping dapat menghentikan berbagai aksi penindasan yang terjadi di Daratan Tiongkok, memberikan kesempatan bagi rakyatnya untuk memahami demokrasi, kebebasan, keadilan dan hak asasi manusia.