History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Amerika Merencanakan akan Memperluas Pengetatan Ekspor Transfer Teknologi

  • 16 January, 2019
  • 譚雲福
Amerika Merencanakan akan Memperluas Pengetatan Ekspor Transfer Teknologi
Perang dagang AS-Daratan Tiongkok

(Taiwan, ROC) – Berkenaan dengan perang dagang yang terjadi antara Amerika dan Daratan Tiongkok, kini memasuki babak baru, dimana tersebar rumor bahwa pihak Amerika akan memperluas pengetatan terhadap ekspor 14 jenis transfer teknologi yang berlevel tinggi dan sensitif, sehingga jika hak paten yang dimiliki oleh pihak Amerika Serikat, hendak diproduksi di Daratan Tiongkok, maka harus mendapatkan ijin terlebih dahulu dari pihak Amerika. Institut Riset Ekonomi Taiwan atau TIER menyampaikan jika hal tersebut benar-benar diberlakukan, maka akan dapat membantu Taiwan dalam menstabilkan kemampuan teknologi yang dimiliki, memperlambat proses pertumbuhan teknologi level tinggi yang terjadi di Daratan Tiongkok. Namun di sisi lain, produk teknologi tinggi yang dimiliki oleh Taiwan, berkemungkinan tidak bisa mendapatkan pasar Daratan Tiongkok.

Adapun program produksi Daratan Tiongkok 2025, sehubungan dengan perang dagang yang terjadi antara Amerika dengan Daratan Tiongkok, sebelumnya pihak Amerika sempat menggunakan alasan keamanan nasional, dan menyampaikan jika 14 jenis teknologi level tinggi dan baru akan diperketat proses ekspor transfer teknologi ke luar negeri, misalnya produk intelegensi artifisial, manusia robot, bioteknologi dan sebagainya. Media luar negeri memberitakan jika ada transfer teknologi yang dilakukan ke Daratan Tiongkok atau negara lainnya untuk diproduksi, dengan alasan keamanan nasional, hendaknya mendapatkan ijin terlebih dahulu dari pihak Amerika, termasuk berbagai produk yang hak patennya dimiliki oleh Amerika Serikat dan diproduksi di Daratan Tiongkok, semuanya akan mengikuti prosedur yang ditentukan, dan tentu hal ini akan memberikan dampak pengaruh terhadap pabrik yang dibangun oleh perusahaan asal Taiwan, Jepang dan Korea di Daratan Tiongkok.

Kepala Pusat Prediksi Perekonomian TIER, Sun Ming-te menjelaskan bahwa jika pihak Amerika Serikat benar-benar menjalankan program pengetatan ekspor transfer teknologi terbarukan, karena banyak penyuplai teknologi yang ada di Taiwan, memproduksi berbagai produk dan onderdil terkait lainnya yang berhak paten dari Amerika Serikat, maka tentu juga harus mengikuti peraturan tersebut, jika ada yang melanggar, maka perusahaan tersebut akan menghadapi hukuman denda yang terbilang sangat tinggi.

Namun hal ini tentu ada unsur positif dan negatifnya. Sun Ming-te menjelaskan sehubungan dengan penyuplai mata rantai industri level merah terus mengalami pertumbuhan yang cepat, mulai dari pengemasan produk berlevel rendah, terus mengalami perkembangan hingga ke level tinggi dan menjadi salah satu bagian dari perkembangan teknologi masa depan. Jika program pengetatan tersebut diberlakukan, maka akan memperlambat laju pertumbuhan penyuplai mata rantai industri level merah, sehingga mampu mempertahankan kemampuan teknologi yang dimiliki oleh Taiwan, walaupun di sisi lain Taiwan akan kehilangan pasar dalam negeri di Daratan Tiongkok. 

Sun Ming-te mengatakan, “Dengan mengambil contoh 5G, berbagai aplikasi 5G terkait yang digunakan oleh Huawei, termasuk stasiun pangkalan, permintaan pasar dalam negeri Daratan Tiongkok sangat besar. Jika kita tidak mampu mendapatkan sedikitpun pasar Daratan Tiongkok, sama halnya dengan produk Apple yang tidak laku di pasar Daratan Tiongkok, sehingga pihak penyuplai Apple juga mengalami penurunan. Jika pasar yang terbesar tidak diperoleh, maka teknologi yang dimiliki dan daya jual yang sebenarnya, akan menjadi sebuah pertanyaan tersendiri.”

Sun Ming-te menyebutkan jika perang dagang telah dimulai sejak tahun lalu, dimana pihak Amerika dan Daratan Tiongkok sama-sama menderita. Sementara untuk tahun ini masih dilanjuti dengan pertukaran mata uang, teknologi, investasi hingga peraturan yang ditetapkan dalam WTO. Semua hal ini tentu akan memberikan dampak pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dunia.

Komentar

Terbarumore