(Taiwan, ROC) --- Guna memperdalam kerja sama antar Taiwan dengan India, Asosiasi Perdagangan Luar Negeri Taiwan (TAITRA) akan memimpin 30 pelaku usaha Taiwan untuk menghadiri Konferensi Gujarat di India. Ketua TATRA James Huang (黃志芳) pada Selasa (15/1) mengemukakan bahwa pengiriman yang dilakukan TAITRA ke India kali ini merupakan yang terbesar. Dalam konferensi ini, Taiwan dan India juga diketahui menandatangani nota kesepahaman, dengan nilai kerja sama mencapai ratusan juta dolar Amerika Serikat.
TAITRA pada Selasa (15/1) menggelar forum perdagangan Taiwan-India 2019. Ketua TAITRA James Huang mengemukakan kerja sama antar 2 negara terjalin kian erat. Jumlah investasi Taiwan di India dikabarkan telah mencapai US$ 600 juta, memperlihatkan bahwa Taiwan berhasil mengimplementasikan Kebijakan Baru ke Arah Selatan (NSP), yang bersinergi dengan kebijakan pemerintah India. Ia menambahkan pada Rabu (16/1) akan memimpin rombongan menuju India untuk menghadiri Konferensi Gujarat. Ini juga merupakan perjalanan James Huang ke 10 kalinya ke India selama dirinya menjabat Ketua TAITRA.
James Huang melanjutkan Konferensi Gujarat merupakan platform bisnis yang penting bagi India. Ini juga merupakan peluang untuk melakukan pertukaran dengan dunia luar. TAITRA kali ini akan memimpin 30 para pelaku usaha untuk hadir dalam konferensi ini; meliputi pengusaha elektronik, manufaktur dan industri teknologi lainnya. Ini juga merupakan kali pertama TAITRA memimpin tim dengan anggota terbanyak.
James Huang mengungkapkan bahwa TAITRA telah mempersiapkan program peluang kerja sama yang mencapai ratusan juta dolar Amerika Serikat.
James Huang mengatakan, “Dalam Konferensi Vibrant Gujarat, kami akan mengadakan upacara penandatanganan MoU kerja sama. Beberapa perusahaan juga dijadwalkan akan melakukan penandatanganan kerja sama serupa. Nilai kerja sama diperkirakan akan mencapai ratusan juta dolar Amerika Serikat. Kami sangat menantikannya”.
Ketua Asosiasi India-Taipei Sridharan Madhusudhanan mengemukakan dalam kurun waktu 1 setengah tahun ini, kedua belah pihak telah berhasil menyelenggarakan kerja sama; meliputi perjanjian perlindungan investasi dan 7 perjanjian lainnya. Jumlah kerja sama yang berhasil dicapai berjumlah US$ 7 miliar. Ke depannya, jumlah kerja sama yang akan diraih, diperkirakan akan berkisar 2 hingga 3 kali lipat.