(Taiwan-ROC) -- Yuan Eksekutif hari Senin (14/1) mengelar upacara serah terima jabatan perdana menteri, Su Tseng-chang mengambil stempel jabatan dari dari tangan Lai Ching-de dengan demikian resmi menjadi perdana menteri
Setelah melepaskan tanggung jawab berat, Lai Ching-de terlihat lega dan senang, senyum ceria juga menghiasi wajahnya, dalam kata sambutannya William Lai mengemukakan, ia percaya di bawah naungan Su Tseng-chang yang berjiwa kepemimpinan yang tangguh, Su dapat dengan mulus dan lancar menerima tugas ini dan akan memenangkan dukungan dari rakyat Taiwan.
Lai Ching-de juga mengingatkan, Taiwan menghadapi situasi yang riskan terlebih Daratan Tiongkok menggunakan berbagai cara untuk menekan Taiwan, harapan masyarakat yang sangat tinggi pada pemerintah, kabinet baru memiliki 3 masalah besar yang harus diselesaikan, dengan demikian baru dapat meraih perdamaian masyarakat untuk jangka waktu yang lama, termasuk didalamnya “reformasi konstitusional”, “Partai politik berkuasa harus membangun budaya mengutamakan keuntungan negara” dan “bersatu untuk menghadapi Daratan Tiongkok”.
Pada bagian reformasi konstitusional, Lai Ching-de beranggapan, baik itu sistem yang ingin dijalankan oleh presiden, kabinet maupun sistem semi presidensial, ia menyarankan anggota kongres seharusnya juga menjadi kepala kementerian dengan demikian baru dapat memperkecil kesenjangan administratif dan legislatif.
Lai Ching-de mengatakan, “Cakupan reformasi konstitusional sangat luas, untuk mekanisme konstitusional mendatang baik itu arahan sistem presiden, kabinet maupun sistem semi presidensial, harus semakin menjaga semangat sistem semi-presidensial, anggota kongres juga dapat mempertimbangkan merangkap sebagai kepala kementerian, di saat bersamaan berjalan dengan jalur opini rakyat dan menerima bola ini dengan demikian baru dapat meningkatkan efisiensi.”
Yang kedua, Lai Ching-de mengemukakan, di bawah perang perdagangan Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok, pemerintah meloloskan perencanaan penyambutan pulangnya investasi pengusaha Taiwan, tetapi apabila Taiwan tidak dapat menandatangani perjanjian perdagangan bebas atau perjanjian ekonomi kawasan dengan Amerika Serikat dan Jepang, maka akan menghadapi kendala pajak.
Terakhir, Lai Ching-de juga mengungkit, “Taiwan seharusnya bersatu untuk menghadapi Daratan Tiongkok”, Pemimpin Daratan Tiongkok dengan jelas mengungkapkan “Konsensus 92” adalah prinsip “Satu Tiongkok” yang hanya ada “satu negara, dua sistem”, tidak seharusnya tiap-tiap pemerintah daerah Taiwan bermimpi. Lai Ching-de mengatakan, masalah antar selat Taiwan sangat besar, sulit untuk diselesaikan, tetapi titik awalnya ada di Taiwan, hanya dengan Taiwan bersatu, tidak ada kepentingan partai politik, yang ada hanya kepentingan negara, barulah Taiwan bisa menyelesaikan masalah antar selat Taiwan, dan kekuatan nasional akan tumbuh lebih kuat.