(Taiwan, ROC) – Strategi latihan militer gabungan yang diprogramkan oleh Kementrian Pertahanan dan Keamanan atau MND, pada tahun ini mengusung latihan persiapan perang, dengan pembagian 4 mata tugas penting dalam setahun, dan akan menggelar latihan militer per kuartalnya. Pihak MND lebih lanjut menjelaskan bahwa berkenaan dengan latihan militer tersebut dengan merujuk kepada data informasi program perencanaan kemiliteran dari pihak musuh yakni tentara komunis, dan pihak MND berharap, melalui latihan yang menggunakan sikap antisipasi musuh ini, maka dapat memperkuat daya tempur 3 angkatan bersenjata yang ada saat ini.
Guna mempercepat peningkatan kapasitas pertahanan keamanan secara menyeluruh, dan untuk melatih jaringan masing-masing angkatan bersenjata, pihak MND pada tahun ini mengusung latihan persiapan perang yang bersistemkan pertahanan perang. Program ini terbagi menjadi “Sikap antisipasi pertahanan militer”, “Latihan militer Hanguang”, “Latihan perang anti penyerangan pendaratan bersama” dan “Latihan perang anti penyerangan dari udara”.
Kepala bidang perang militer kementrian pertahanan keamanan, Ye kuo-hui menjelaskan bahwa prajurit nasional akan mengacu kepada “Perlindungan pertahanan perang, pemenangan tempur laut dan lepas pantai, eliminasi musuh di garis pantai” sebagai inti struktur strategi pertahanan perang, sehingga mampu menjalankan tugas latihan 3 angkatan sekaligus dalam waktu sama, serta turut membawa sikap antisipasi musuh perang.
Ye Kuo-hui mengatakan, “Sikap antisipasi musuh perang kami, karena kami memiliki data informasi terkait, menyangkut kondisi latihan perang tentara Daratan Tiongkok dan persiapan perangnya. Pihak MND juga telah menggengam semua data informasi yang lengkap. Dari kantor intelijen juga turut memberikan bantuan data informasi kepada satuan tempur kami, yang akan kami gunakan sebagai rujukan strategi. Dengan adanya pemikiran strategi demikian, maka tentu saja akan meliputi data pihak musuh, dan berdasarkan hal ini akan menjalankan tugas latihan pertahanan nasional kita.”
Ye Kuo-hui melanjutkan jika latihan dengan strategi khusus tersebut akan digelar setiap kuartalnya, dan akan memprogramkan berbagai tugas persiapan perang lainnya, guna meningkatkan satuan militer nasional dalam menghadapi kemungkinan terjadinya perang.
Sehubungan dengan pihak Amerika yang baru saja meloloskan peraturan Asia Reassurance Initiative Act, dimana di antaranya meliputi penganjuran petinggi Amerika untuk datang berkunjung ke Taiwan, yang mana hal ini turut menjadi perhatian publik berkenaan dengan apakah tentara nasional akan melakukan latihan perang bersama dengan tentara Amerika.
Juru Bicara MND Chen Chung-ji tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait hal tersebut, namun tentu saja mengapresiasi sikap dari para negara sekutu perang.
Chen Chung-ji mengatakan, “Apa yang mereka sarankan kepada pihak Republik Tiongkok atau Taiwan berkenaan dengan kebutuhan pertahanan keamanan dan pendapat, kami tentu turut menyatakan terima kasih. Kami akan merujuk kepada sikap pertahanan diri, menggunakan taktik restrukturasi penyergapan sebagai program rencana perang, dan saya tegaskan sekali lagi, ini adalah keputusan untuk melakukan pertahanan diri.”
Sehubungan dengan pernyataan pemimpin Daratan Tiongkok Xi jin-ping tentang tidak adanya pelepasan kemungkinan melakukan strategi perang untuk menyerbu Taiwan, maka Chen Chung-ji menyebutkan jika satuan militer nasional tetap akan bersikap melakukan pertahanan negara dan meningkatkan kemampuan operasi militer pertahanan diri.