(Taiwan, ROC) – Dalam kegiatan 40 tahun “Surat untuk Warga Taiwan” yang dinyatakan oleh pimpinan Daratan Tiongkok Xi Jin-ping belum lama ini, Presiden Tsai Ing-wen secara tegas membalas jika Taiwan tidak dapat menerima konsep “Satu Negara Dua Sistem”. Cross-Strait Policy Association atau TWCSPA pada hari Rabu tanggal 9 Januari mengumumkan hasil jajak pendapat terbaru, 60% masyarakat merasa puas atas sikap balasan dari Presiden Tsai Ing-wen terhadap Xi Jin-ping, 80% koresponden menolak menerima “Satu Negara Dua Sistem”, baik dari kubu biru maupun hijau, mayoritas tidak menyetujui prinsip “Satu Negara Dua Sistem” yang ditawarkan oleh Daratan Tiongkok.
Dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh TWCSPA dapat terlihat jelas, 68% koresponden menganggap bahwa “Prinsip Satu Tiongkok” tidak memiliki ruang bagi Republik Tiongkok. 61,6% koresponden merasa puas atas sikap balasan yang dilakukan oleh Presiden Tsai Ing-wen. 80,9% koresponden tidak menyetujui prinsip “Satu Negara Dua Sistem” yang diajukan oleh Daratan Tiongkok, sementara yang setuju hanya sebesar 13,7%. 55% koresponden beranggapan bahwa dalam hubungan antar selat tidak ada yang disebut “Konsensus 92”, sementara yang beranggapan ada hanya sebesar 34% saja.
Dari data jajak pendapat ini dapat diketahui jika “Satu Negara Dua Sistem” tidak mampu menarik minat pendukung partai apapun.
Sekretaris Jendral TWCSPA Arthur Wang mengatakan, “Dengan melakukan perbandingan balik antar partai politik, mayoritas koresponden tidak menyetujui prinsip ‘Satu Negara Dua Sistem’ yang diajukan oleh Daratan Tiongkok, kubu hijau tercatat sebanyak 95%, sementara kubu biru tercatat sebanyak 75%.”
Dalam pidato kenegaraan saat menyambut datangnya tahun baru, Presiden Tsai Ing-wen menyebutkan hubungan antar selat apakah dapat berkembang sesuai dengan “Empat Harus”, termasuk harus melihat kenyataan keberadaan Republik Tiongkok di Taiwan, harus menghormati hak kebebasan dan demokrasi 23 juta penduduk, harus menggunakan jalan damai dalam menyelesaikan berbagai kendala, harus melalui jajaran instansi resmi yang ditunjuk pemerintah saat melakukan pembahasan hubungan antar selat. Dari jajak pendapat, sebanyak 85% mendukung “Empat harus”. Berkenaan dengan keamanan sosial masyarakat, keamanan data informasi dan sistem perlindungan 3 lapis untuk demokrasi yang diajukan oleh Presiden Tsai Ing-wen, terdapat 87% koresponden yang mendukung.
Dalam jajak pendapat juga terlihat reaksi koresponden atas sikap tindakan yang diambil oleh Presiden Tsai Ing-wen, ada 48,4% yang mendukung dan 46,7% yang tidak mendukung. Sementara untuk tingkat kepuasan, ada 49,6% yang merasa puas dan 45,3% yang tidak puas. Untuk sikap antisipasi pemerintah dalam penanganan asfivirus, 65% menyetujui sikap yang diambil.
TWCSPA menjelaskan jika jajak pendapat dilakukan pada tanggal 5 dan 6 Januari dengan diikuti oleh sebanyak 1.074 koresponden, dengan standar kepercayaan mencapai 95% dan jeda perbedaan sebesar 2,99%.