History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

COA: Daratan Tiongkok harus Lebih Aktif Mensosialisasikan Wabah Asfivirus

  • 08 January, 2019
  • 尤繼富
COA: Daratan Tiongkok harus Lebih Aktif Mensosialisasikan Wabah Asfivirus
COA: Daratan Tiongkok harus Lebih Aktif Mensosialisasikan Wabah Asfivirus

(Taiwan, ROC) --- Ditengah terus merebaknya epidemi wabah Asfivirus Daratan Tiongkok, apakah dapat berdampak lebih jauh terhadap Taiwan? Hal ini terus menjadi perhatian masyarakat luas. Perwakilan Dewan Pertanian (COA) Chen Chi-chung (陳吉仲) pada Selasa (8/1) saat menerima wawancara mengemukakan selain Taiwan terus menerapkan langkah pencegahan yang relevan, pihak Daratan Tiongkok sudah seharusnya mendidik masyarakatnya untuk tidak membawa produk daging mereka keluar negeri. Jika hal ini diterapkan, maka dapat mengurangi risiko Taiwan terserang wabah Asfivirus.

Di tengah semakin mewabahnya epidemi Asfivirus, semenjak 18 Desember 2018 COA diketahui telah memberlakukan jumlah denda. Penumpang yang diketahui membawa produk daging, akan dikenakan denda. Untuk pelanggaran pertama akan dikenakan sanksi NT$ 200 ribu, dan apabila masih melanggar, jumlah denda akan meningkat menjadi NT$ 1 juta.

Chen Chi-chung saat menerima wawancara pada Selasa (8/1) mengemukakan jumlah kasus pelanggaran pertama dengan denda NT$ 200 ribu, hingga hari ini telah berjumlah 45 kasus. Kebanyakan dari pelanggar adalah wisatawan atau warga yang berasal dari Daratan Tiongkok. Hal ini mencerminkan bahwa Negeri Tirai Bambu kurang transparan dalam mensosialisasikan berita wabah Asfivirus. Pihak Daratan Tiongkok sudah seharusnya mendidik warga mereka. Ia juga menekankan jika otoritas Beijing mau memberitahukan kepada warganya, maka dapat mengurangi dampak Taiwan terkena wabah ini.

Chen Chi-chung mengatakan, “Menghadapi wabah Asfivirus dan kapan Taiwan akan terdampak, hal ini tentu melihat kemajuan dari penanggulangan yang diselenggarakan pihak terkait. Pertama, kami merasa bahwa wabah ini masih terus merebak di Daratan Tiongkok. Saat ini telah ada lebih dari 24 provinsi dan kota, dengan 110 lebih kasus. Ini akan masih terus bertambah. Kami merasa bahwa angka ini bukanlah yang tertinggi. Setengah tahun ini, merupakan waktu yang penting bagi pencegahan. Selain itu, langkah penanggulangan juga tidak dapat hanya berharap pada kemampuan domestik.”

Baru-baru ini netizen membagikan laporan terkait dengan sebuah berita khusus di Australia. Dalam laporan tersebut pihak otoritas pertanian dan sumber daya air Australia semenjak 7 November 2018 telah memberlakukan denda bagi penumpang yang ketahuan membawa masuk produk daging, tanpa melaporkannya terlebih dahulu. Jumlah denda yang dikenakan tidak tanggung, yakni AUS$ 420 ribu, atau setara dengan NT$ 920 ribu. Selain denda, ancaman kurungan 10 tahun pun sudah siap menanti. Chen Chi-chung mengemukakan bukan hanya Taiwan yang merasa khawatir akan wabah Asfivirus, melainkan telah menyebar hingga ke dunia internasional. Selain itu, nilai ekspor tahunan untuk produk daging babi Amerika Serikat mencapai US$60 miliar hingga US$ 80miliar. Ia juga menambahkan sudah saatnya bagi negara-negara di Benua Asia untuk membangun pertahanan bersama. Daratan Tiongkok juga sudah seharusnya aktif bekerja sama Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE) membentuk langkah pencegahan yang lebih efektif.

Komentar

Terbarumore