History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Twitter Kemenlu Kritik Daratan Tiongkok Dalam Penanganan Asfivirus Belum Benar

  • 07 January, 2019
  • 鄭蕙玲
Twitter Kemenlu Kritik Daratan Tiongkok Dalam Penanganan Asfivirus Belum Benar
Peternakan babi di Kaoshiung

(Taiwan, ROC) Kemenlu memberikan kritikan melalui twitter kepada Daratan Tiongkok mengenai penanganan kasus asfivirus yang tidak benar, Juru Bicara Kemenlu Andrew H.C. Lee(李憲章) pada hari Senin ini (7/1) mengutarakan, konten twitter berisikan satu pesan singkat, meminta Daratan Tiongkok untuk melakukan penanggulangan wabah flu babi Afrika dengan baik, semestinya bukan dikarenakan faktor politik sehingga ada kelalaian dalam penanggulangan epidemi ini, berharap Daratan Tiongkok menunjukkan sikap sebagai negara besar yang bertanggung jawab serta melakukan penanganan wabah dengan baik dan benar.

Melalui twitter Kemenlu membantah konsep Satu Tiongkok Dua Sistem dan menekankan adalah hal yang bodoh memaksa reunifikasi, selanjutnya memberikan kritikan agar Daratan Tiongkok menangani kasus asfivirus dengan baik dan benar.

Juru Bicara Kemenlu Andrew Lee mengatakan, asfivirus mempengaruhi keamanan pangan masyarakat dan berdampak buruk bagi industri pertanian, maka sebagai negara besar yang bertanggung jawab, sebaliknya menjalani penanggulangan secara benar. Jubir Kemenlu Andrew Lee mengatakan, “Menghimbau agar Daratan Tiongkok dalam komunitas internasional dapat berperan sebagai negara besar yang bertanggung jawab, mengenai mekanisme pelaporan wabah asfivirus, pertukaran lintas manusia, era media sosial penanganan dalam negeri sangat penting sekali, juga bertanggung jawab memberikan laporan kepada internasional, dan bukan dikarenakan faktor perbedaan politik, kemudian menganggu mekanisme penanggulangan internasional, atau menimbulkan adanya kelalaian dalam operasi pencegahan epidemi.”

Kemenlu menyampaikan, walaupun mendapat banyak respon dari masyarakat dengan pendapat yang beragam ; Kemenlu beranggapan, melalui media sosial seperti twitter atau facebook sebagai platform untuk menyampaikan pendapat dan tidak perlu berspekulasi berlebihan.

Kekhawatiran masyarakat terhadap asfivirus (African swine fever), Kementerian Pendidikan mengatakan, di tahun lalu telah mengirimkan surat resmi kepada sekolah dan lembaga lainnya sebanyak 3 kali, surat himbauan agar tidak membeli dan membawa produk daging babi olahan dari Daratan Tiongkok dan tidak mengunjungi peternakan di luar negeri, sementara ini juga merencanakan akan mencetak 5600 eksamplar poster himbauan, diprakirakan sebelum liburan musim dingin akan disebarluaskan ke seluruh lembaga akademi seluruh Taiwan, guna meningkatkan sosialisasi ini dan memberikan informasi dalam bentuk video 1 menit.

Kementerian Pendidikan menekankan, mengingatkan kepada semua pihak sekolah agar ekstra hati-hati dalam memilih makan siang anak-anak di sekolah, mengutamakan penggunaan bahan makanan yang berlabel produk dalam negeri, menerapkan pemeriksaan bahan makanan dan standarisasi makanan yang berlaku dan tidak membeli bahan makanan dari kawasan terinfeksi, untuk pembelian bahan daging memilih produk yang berlabel CAS produk pertanian unggulan Taiwan dan TAP (Traceability Agricultural Product) atau produk pertanian yang jelas sumbernya. 

Komentar

Terbarumore