(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan semakin banyaknya kasus penyebaran asfivirus yang terdapat pada binatang babi, maka pemerintah Taiwan juga tengah memperketat semua jalur yang berkemungkinan masuknya asfivirus, misalnya dengan memperketat pemeriksaan di berbagai sisi. Presiden Tsai Ing-wen mengimbau agar seluruh masyarakat dapat lebih waspada dan bersama mencegah penularan asfivirus. Kantor pos Chunghwa pada hari Sabtu tanggal 5 Januari menggelar sebuah kegiatan promosi untuk masyarakat agar bisa mendapatkan informasi yang benar dan aktual tentang pencegahan asfivirus. Selain itu pihak kantor pos Chunghwa juga akan memperketat proses pemeriksaan paket kiriman, yakni dengan memisahkan paket kiriman yang berasal dari kawasan epidemi, kemudian melakukan penyensoran sinar X dan menggunakan anjing pelacak untuk mengendus ulang paket kiriman tersebut, agar proses pencegahan asfivirus benar-benar dapat berjalan dengan baik.
Asfivirus yang merebak berasal dari Daratan Tiongkok, sementara hubungan dagang online antar selat semakin hari semakin meningkat, sehingga turut mengakibatkan kemungkinan masuknya asfivirus melalui paket kiriman tersebut. Kantor pos Chunghwa bekerja sama dengan Kementrian Keuangan dan Dewan Pertanian, menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan asfivirus kepada masyarakat umum. Selain diberlakukan pemisahan paket kiriman untuk dilakukan pengecekan ulang, juga memberikan lebih banyak informasi yang jelas terkait cara pencegahan asfivirus, sehingga mampu membentuk sebuah jaringan pencegahan yang lebih kuat.
Untuk menghindari masuknya asfivirus melalui produk daging yang dikirimkan melalui kantor pos ke Taiwan, maka kantor pos Chunghwa juga memperketat SOP pemeriksaan.
Wakil Manager Kantor Pos Chunghwa Lee Kan-hsiang mengatakan, “Sehubungan dengan pemeriksaan yang dilakukan terhadap paket kiriman tersebut, maka dari bagian administrasi pengelolaan paket kiriman, akan menyediakan sebuah ruang khusus isolasi tersendiri, sehingga paket kiriman tersebut dapat dibedakan dengan yang lain. Mulai dari paket yang dikirimkan dari kawasan epidemi, akan segera dilakukan pemisahan, kemudian menanti pihak investigasi khusus untuk melakukan tugas pemeriksaan. Usai pemeriksaan, maka paket kiriman tersebut akan kembali masuk ke jalur umum untuk dapat disampaikan kepada si penerima paket. Itu adalah sekilas tentang SOP kami, dan saya pikir dengan cara seperti ini maka pasti akan dapat mencapai target pencegahan yang terbaik, karena paket kiriman tidak akan tercampur dengan yang lainnya.”
Lee Kan-hsiang menjelaskan bahwa sejak akhir tahun lalu kantor pos Chunghwa telah memperketat proses pemeriksaan, dan hingga tanggal 4 Januari, sudah terdapat sebanyak 109 paket yang ditemukan mengandung produk daging yang diimpor dari luar, dimana 21 di antaranya berasal dari Daratan Tiongkok. Dalam menghadapi Tahun Baru Imlek yang akan segera tiba, maka diprediksi jumlah paket kiriman dari luar negeri juga akan semakin banyak. Untuk itu Lee Kan-hsiang juga menambahkan bahwa pihaknya tidak memiliki kendala berkenaan dengan jumlah personil pegawai yang akan ditugaskan, sehingga meminta semua pihak dapat lebih tenang dan tidak perlu khawatir.