History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Penelitian Arkeologi Palung Hitam Selama 10 Tahun Membuahkan Hasil

  • 02 January, 2019
  • 譚雲福
Penelitian Arkeologi Palung Hitam Selama 10 Tahun Membuahkan Hasil
Penelitian Arkeologi Palung Hitam Selama 10 Tahun Membuahkan Hasil

(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan adanya arus Kuroshio yang mengalir pada perairan laut pulau Pescadores atau Penghu, maka kawasan sekitar membentuk seperti sebuah palung laut yang gelap dan menjadi kawasan yang berbahaya, sehingga kerap menyebabkan musibah bencana bagi kapal yang melewatinya, dari sinilah dikenal julukan “Palung Hitam”. Seiring dengan banyaknya bencana naas pada kapal, maka kawasan perairan Penghu juga menjadi kawasan yang kaya akan unsur budaya bawah lautnya. Hingga saat ini, telah ditemukan sebanyak 71 titik penemuan benda bersejarah. Dari penelitian awal diketahui, ada 4 kapal yang tenggelam yang memiliki unsur sejarah penting, termasuk nilai budayanya. Dalam beberapa waktu terakhir ini, Departemen Warisan Budaya Kementrian Kebudayaan telah melakukan banyak riset dan penelitian berkenaan dengan kawasan perairan laut di Penghu, termasuk cagar budaya yang terdapat di bawah laut, serta menghimpunnya sebagai bagian dari inventarisasi budaya di bawah peraturan “Perlindungan Cagar Budaya Bawah Laut”.

Dari ke empat kapal yang tenggelam tersebut, jejak lokasi tenggelamnya kapal komersial S.S. Bokhara berbendera Inggris tersebut berada di sekitar perairan pulau Gupo Penghu. Kapal tersebut pada tahun 1892 mengangkut tim atlet bola kriket yang hendak bertolak dari Hong Kong menuju Eropa. Namun nasib malang menimpa kapal tersebut, dimana pada tanggal 10 Oktober kawasan Penghu disapu oleh badai taifun, sehingga kapal menabrak karang dan tenggelam. Musibah bencana tersebut merengut banyak korban jiwa, sehingga menjadi bahan pemberitaan internasional. Untuk mengenang musibah bencana tersebut, didirikan sebuah tugu peringatan di pulau Gupo.

Pada Juni 2010 di sekitar paparan terumbu karang pulau Jiangjun Penghu, ditemukan lokasi tenggelamnya kapal perang Guang Bing, yang merupakan bekas peninggalan jaman Dinasti Ching, yang diproduksi oleh perusahaan kapal Mawei di Fujian. Karena kekalahan perang saat itu, kapal tersebut sempat dikuasai oleh Jepang, dimana menguasai Taiwan, Penghu, Kinmen dan Matzu. Tetapi pada saat kapal dioperasikan untuk kepentingan penyelidikan tentara Dinasti Ching yang ada di sekitar Penghu, kapal perang Guang Bing menabrak karang dan akhirnya tenggelam. Hal ini dapat ditemukan tercatat dalam tugu peringatan yang ada di pulau Pescadores atau Penghu dan juga di Hiroshima Jepang.

Di tahun yang sama, yakni tahun 2010, juga ditemukan lokasi tenggelamnya kapal Ymanafuji Maru, dimana disebutkan kapal tenggelam di kawasan karang Liuzhih Penghu pada tahun 1942. Adapun alasan tenggelamnya kapal ada dua, yakni ditenggelamkan oleh pihak Amerika, sementara pemerintah Jepang mengklaim tenggelamnya kapal karena menabrak karang.

Sementara di tahun 1995 ditemukan juga sisa-sisa kapal Jiangjun No 1, yang diprediksi merupakan kapal dagang yang terbuat dari kayu di era Dinasti Ching. Karena ditemukan di sekitar pulau Jiangjun Penghu, maka diberi nama Jiangjun No 1. Dengan membuka penelitian bawah laut, turut mendorong pemerintah dalam hal melakukan riset lebih lanjut tentang cagar budaya bawah laut di Pulau Pescadores atau Penghu. Program riset ini juga merupakan sebuah tugas pelestarian cagar budaya penting bawah laut.

Komentar

Terbarumore