(Taiwan, ROC) --- Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan pernyataan pertama di tahun 2019 ini. Terkait hubungan lintas selat, Beliau mengemukakan “4 Keharusan”, sebagai fondasi paling mendasar dalam menjalin hubungan lintas selat yang positif. Selain itu, Presiden juga menekankan akan membentuk 3 jaringan pencegahan untuk melindungi nilai demokrasi dan keamanan masyarakat luas.
Presiden Tsai Ing-wen pada Selasa pagi (1/1) menyampaikan pernyataan perdananya di tahun 2019. Pemasalahan lintas selat menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian khusus. Kepala Negara menekankan hasil dari Pemilu 9 in 1 tidak semata-mata mencerminkan mulai memudarnya demokrasi di dalam tubuh masyarakat. Taiwan tidak menolak untuk menjalin hubungan dengan Daratan Tiongkok, namun pertukaran ini harus berdasar atas nilai yang pragmatis dan sikap saling menghargai akan perbedaan yang ada. Kerja sama yang terjalin tidak seharusnya dikaitkan dengan prasyarat politik yang tidak jelas.
Sebagai dasar perkembangan hubungan antar selat yang positif, Kepala Negara juga menekankan 4 keharusan. Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Disini saya ingin menyerukan kepada Daratan Tiongkok, harus menerima fakta bahwa Republik Tiongkok telah ada sedari dulu. Daratan Tiongkok harus menghargai keyakinan demokrasi dari 23 juta jiwa. Hubungan kedua negara harus terjalin di atas dasar perdamaian. Pemerintah atau otoritas yang diberi wewenang, harus duduk bersama dan mendiskusikan hal ini. 4 keharusan ini merupakan kunci yang paling mendasar, dalam mengembangkan hubungan lintas selat yang positif”.
Presiden Tsai melanjutkan guna untuk melindungi keamanan Taiwan, pemerintah akan membangun 3 jaringan pencegahan, guna untuk menjalin pertukaran dengan lintas selat. Yang pertama adalah keamanan kehidupan rakyat. Beliau mengemukakan akhir-akhir ini isu Asfivirus merebak di masyarakat. Pihak otoritas Daratan Tiongkok dinilai tidak mengikuti ketentuan yang tercatat dalam perjanjian relevan, dan melaporkan kepada pihak Taiwan. Jika virus ini masuk ke Taiwan, maka ditakutkan dapat mempengaruhi mata pencaharian dan perekonomian Taiwan. Dan yang terpenting, hal ini tentu dapat semakin merenggangkan hubungan antar keduanya.
Jaringan pencegahan yang kedua adalah kemanan informasi. Presiden mengemukakan berita dan informasi palsu Daratan Tiongkok telah menyusupi pola pikir masyarakat Taiwan. Presiden Tsai juga telah meminta Yuan Eksekutif untuk mengajukan kebijakan yang lebih spesifik serta meminta Kementerian Pertahanan (MND) untuk memperhatikan dan mengumpulkan data terkait perusahaan Daratan Tiongkok yang memicu bocornya informasi. Kepala Negara juga memerintahkan MND untuk memastikan tidak ada celah dalam jaringan keamanan informasi Taiwan.
Dan yang terakhir adalah memperkuat perlindungan jaringan demokrasi dalam menjalin hubungan dengan Daratan Tiongkok. Presiden Tsai Ing-wen menekankan Taiwan adalah negara demokratis. Isu politik lintas selat tidak sepantasnya dipaksakan atas 1 kehendak. Dialog antar selat harus mengikutsertakan pengawasan dari masyarakat luas. Oleh karena itu, Beliau meminta MND untuk memperkuat mekanisme pengawasan demokrasi, terlebih atas isu-isu yang dapat mempengaruhi kedaulatan.