(Taiwan, ROC) - Kementrian Luar Negeri (MOFA) telah menyampaikan sikap prihatin dari pemerintah Taiwan kepada pihak Vietnam atas insiden kaburnya 152 warga Vietnam yang datang ke Taiwan melalui beberapa rombongan tur dalam satu pekan terakhir.
Juru bicara MOFA Andrew Lee (李憲章) hari Kamis, 27 Desember, mengemukakan, keprihatinan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan perwakilan Vietnam di Taipei yang berlangsung di kantor MOFA Rabu pagi.
Andrew Lee mengatakan, “Kami telah mengadakan pertukaran pendapat atas isu ini pada menit pertama dengan lembaga terkait Vietnam dan telah meraih respon positiif darinya. Kemarin pagi, Departemen Urusan Asia Pasifik di bawah MOFA juga mengundang perwakilan Vietnam di Taipei untuk membicarakan masalah ini di kantor MOFA, menyampaikan sikap prihatin dari pemerintah, meminta Vietnam mementingkan isu ini dan bekerja sama dengan Taiwan untuk merevisi mekanisme bersangkutan.”
Sementara itu, pihak Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) hari Kamis mengumumkan, tiga dari warga Vietnam yang kabur telah ditemukan pada hari Rabu. Di antaranya, satu ditemukan di Kabupaten Chiayi, satu di Kabupaten Changhua dan satu lagi di Kabupaten Hsinchu.
Ketiga warga Vietnam itu datang bersama empat rombongan tur Vietnam berjumlah 153 orang yang masuk ke Taiwan pada 21 dan 23 Desember. NIA sebelumnya melaporkan 152 darinya telah kabur, hanya sisa satu orang pemimpin rombongan. Rabu kemarin, NIA menyatakan telah berhasil mengubungi satu darinya dan memastikan tiga lainnya telah meninggalkan Taiwan. Sekarang, ditembah dengan tiga lagi yang ditemukan, berarti jumlah warga Vietnam yang masih hilang mencapai 145 orang.