(Taiwan, ROC) Anak gunung Krakatou meletus pada tanggal 22 Desember 2018 menyebabkan selat Sunda dan sekitarnya dilanda bencana tsunami yang mengakibatkan banyak korban dan kerugian. Menteri Luar Negeri menyampaikan, hingga pada tanggal 23 Desember hingga pukul 06.30, total menerima 71 panggilan telepon darurat; demi memberikan bantuan kepada warga Taiwan yang meminta pertolongan maka Kantor Perwakilan Republik Tiongkok setempat mengutus petugas untuk ke daerah bencana, memasuki kawasan jalan rusak dan tertutup, perjalanan selama 5 jam, akhirnya dapat memberikan bantuan kepada mereka, hal ini menunjukkan kesigapan dari pemerintah dalam memberikan perlindungan dan bantuan kepada warga Taiwan yang sedang berwisata.
Kemenlu juga menekankan, Taiwan bersedia memberikan bantuan kepada Indonesia atas bencana kali ini, apabila pihak Indonesia meminta bantuan maka Kemenlu akan segera melaporkan kepada Kemenhan untuk memberikan bala bantuan.
Menteri Tenaga Kerja Hsu Ming-tsun pada hari Senin ini (24/12) menyampaikan, selain via telegram menyampaikan turut berduka cita, masih mengupayakan agar pekerja migran Indonesia yang masih berada di Taiwan agar majikan turut memperhatikan pekerja migran asingnya dan memberikan bantuan kepada mereka yang berkeinginan untuk kembali ke tanah air. Apabila ada pekerja migran Indonesia yang ingin cuti pulang ke Indonesia atau mendapatkan informasi tentang musibah di Indonesia, juga dapat menghubungi saluran khusus 1955.
Kemenaker juga mengemukakan, hingga akhir bulan Nopember jumlah pekerja migran Indonesia yang bekerja di Taiwan mencapai 266.000 orang. Dalam situs resmi Badan Pengembangan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Taiwan menyampaikan rasa simpati serta menyediakan saluran informasi khusus, bagi pekerja migran Indonesia yang pernah menghubungi 1955, akan diberikan informasi terkait dan teraktual.