History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Ko Wen-je : Perlu Istilah Baru Deskripsi Situasi Antar Selat

  • 21 December, 2018
  • 曾秀情
Ko Wen-je : Perlu Istilah Baru Deskripsi Situasi Antar Selat
Walikota Taipei Ko Wen-je (柯文哲) dalam acara makan malam Forum Kota Kembar

 (Taiwan, ROC) --- Walikota Taipei Ko Wen-je (柯文哲) dalam acara makan malam Forum Kota Kembar, sekali lagi menyebutkan keluarga lintas selat. Saat dirinya menerima wawancara bahkan menyebutkan istilah “Keluarga Lintas Selat” dan “Konsensus 92” sudah seharusnya diganti dengan sebutan yang baru. Mengingat kedua istilah tersebut, kini di Taiwan telah diberi label tersendiri. Terkait hal ini, anggota legislator Partai Kuomintang (KMT) Johnny Chiang (江啟臣) mengemukakan permasalahan lintas selat bukan terdapat pada istilah yang digunakan, melainkan masalah yang pragmatis. Jika tidak mengaitkan idelogi tertentu dalam memilah hubungan lintas selat, maka akan lebih mudah ditangani. Anggota legislator Partai Progresif Demokratik (DPP) Lo Chih-cheng (羅致政) mengemukakan persoalan utama antar kedua pihak bertumpu pada rasa saling percaya. Ia melanjutkan untuk menyelesaikan polemik ini, tidak semata-mata dapat diselesaikan hanya dengan menggunakan istilah baru.

Walikota Taipei Ko Wen-je dan Wakil Walikota Shanghai Zhou Bo (周波) dalam acara makan malam Forum Kota Kembar, sempat menyebutkan “Keluarga Lintas Selat”. Ko Wen-je saat ditanya wartawan menjawab bahwa di Taiwan saat ini, istilah “Keluarga Lintas Selat” dan “Konsensus 92” telah diberi label tersendiri. Dan sudah seharusnya digantikan dengan istilah baru.

Anggota legislator Partai KMT Johnny Chiang pada Jumat (21/12) mengemukakan masalah lintas selat bukan terdapat pada isitilah yang digunakan, melainkan persoalan yang pragmatis. Ia merasa jika tidak mengaitkan dengan paham ideologi tertentu, maka akan lebih mudah menangani permasalahan ini.

Johnny Chiang mengatakan, “Ketika menghadapai permasalahan lintas selat, tidak perlu ditangani dengan mengaitkan paham ideologi tertentu. Saya percaya ini akan lebih mudah diselesaikan”.

Anggota legislator Partai DPP Lo Chih-cheng sebaliknya mengatakan istilah “Konsensus 92” dan “Keluarga Lintas Selat” tentu dapat diterima dengan baik oleh pihak Daratan Tiongkok. Namun dalam ruang lingkup internasional, ini merupakan pengertian “1 Tiongkok”. Daratan Tiongkok dinilai dalam menerapkan 2 istilah tersebut, juga tidak berdasar dengan apa yang diharapkan Taiwan. Hal ini dirasa cukup kontras, mengingat tekanan Daratan Tiongkok atas Taiwan di ruang lingkup internasional tidak berkurang. Lo Chih-cheng melanjutkan jika ingin menggunakan istilah baru, dirasa tidak akan pernah cukup dan polemik lintas selat tidak dapat diselesaikan semata-mata hanya dengan mencari istilah baru.

Lo Chih-cheng mengatakan, “Hal yang terutama terkait lintas selat, bukan terletak pada istilah yang digunakan, melainkan rasa saling percaya. Jika tidak ada rasa saling percaya, istilah baru manapun juga tidak dapat menyelesaikan polemik ini. Persoalan ini tidak sesimpel hanya dengan menggunakan istilah baru”. 外:181221-01-2羅致政(男)10"

Terkait dengan pernyataan Ko Wen-je yang menyarankan untuk menggunakan istilah baru, apakah melibatkan otoritas dari Kepala Negara? Lo Chih-cheng mengatakan metode penyelesaian yang diterapkan antar Walikota belum tentu dapat menyelesaikan polemik antar selat. Begitu pula dengan pemerintah pusat.  Kemajuan yang didapatkan dari pertukaran antar pemerintah setempat, dirasa belum tentu dapat diterapkan dalam hubungan lintas selat.

Komentar

Terbarumore