(Taiwan, ROC) - Sampah rumah tangga dan sampah yang diciptakan dalam kegiatan rekreasi mendominasi sebagian besar dari sampah laut di sekitar Taiwan, demikian berdasarkan hasil survei pemantauan sampah laut yang dilaksanakan oleh Administrasi Pelestarian Lingkungan (EPA), bekerja sama dengan 19 pemerintah daerah kota dan kabupaten pesisir di berbagai pelosok Taiwan.
Berdasarkan survei yang diumumkan Rabu, 19 Desember itu, sampah yang diciptakan dalam kegiatan rekreasi, terutama yang berlokasi di tepi laut, mencakup botol plastik, tutup botol, sedotan plastik, gelas dan alat meja sekali pakai.
Negara atau tempat asal mayoritas sampah ini tidak dapat diketahui, tapi dari yang bisa diidentifikasi, sebagian besar adalah dari Taiwan sendiri, kemudian ada yang dari Daratan Tiongkok, Korea Selatan dan Filipina. Ini, kata Ketua Departemen Pengelolaan Sanitasi Lingkungan dan Bahan Beracun di bawah EPA Yuan Shao-ying (袁紹英), membuktikan bahwa sampah laut sungguh-sungguh bisa merusak lingkungan dan membahayakan ekosistem laut.
Survei EPA juga menemukan, selain sampah rumah tangga dan yang diciptakan dalam kegiatan rekreasi, sampah terbanyak lain mencakup puntung rokok, pemantik api dan sampah industri perikanan.
Atas pertimbangan pelestarian lingkungan, EPA meluncurkan kampanye membersihkan pantai pada 2017 dan hasil yang dibuahkan cukup bagus. Satu tahun lebih ini, sejumlah 20.000 event pembersihan telah digelar, dipartisipasi oleh hampir 400.000 orang, yang dengan sukses membersihkan 7.000 ton sampah.