(Taiwan, ROC) EPA pada hari Rabu ini (19/12) mengumumkan hasil pemantauan sampah laut di pesisir pantai 19 kabupaten/kota, lebih dari 80% sampah yang dihasilkan dari aktivitas manusia sehari-hari maupun saat berwisata, kedua adalah puntung rokok; Selain itu ditemukan sampah botol plastik mengapung yang dihasilkan oleh kapal ikan milik Korea Selatan dan Daratan Tiongkok lebih banyak dibandingkan dari nelayan Jepang.
Hasil pemantauan yang dilakukan Badan Perlindungan Lingkungan(EPA) Taiwan bahwa sampah laut diantaranya bola terapung, bola basket mini, jaring ikan, sandal rumah, botol plastik dan sebagian masih dapat terbungkus kemasan tertera lokasi produksi. Dirjen divisi pengelolaan sanitasi lingkungan dan produk beracun, Yuan Shaw-ying(袁紹英) mengatakan,“Sementara di Taiwan hampir mencapai 400.000 orang perkali, mengikuti kegiatan bersih pantai, total kegiatan bersih pantai lebih dari 20.000 kali, jumlah sampah yang kami kumpulkan mencapai 7000 ton.”
EPA menganalisa, sampah laut yang dihasilkan oleh manusia dan saat mereka bertamasya paling banyak mencapai 80% ke atas, kedua adalah puntung rokok, sampah produk perikanan dan alat memancing ikan. Di pesisir pantai bagian Timur perbandingan puntung rokok dan sampah dibandingkan pantai lain lebih banyak; bagian utara dan di luar pulau lebih banyak ditemukan sampah produk perikanan.
EPA juga memuji kegiatan bersih pantai yang berjalan selama 2 tahun ini, ada organisasi dan pihak perusahaan yang memobilisasikan semakin banyak orang ikut dalam aktivitas bersih pantai, perusahaan Taipower dengan total kegiatan bersih pantai mencapai 119 kali, ahli permesinan umum Taipower Tsai Hsien-shiow(蔡顯修) mengatakan, “Untuk aturan saat ini, peralatan medis dan produk yang membahayakan wajib diinsinerasi, harus dimusnahkan atau jarum suntik harus dihancurkan, maka di pesisir pantai dalam aktivitas bersih pantai sudah tidak lagi menemukan barang seperti itu.”
Yuan Shaw-ying menekankan, walaupun semakin banyak warga yang ikut dalam aktivitas bersih pantai, akan tetapi yang utama yang ditargetkan adalah pengurangan kuantitas sampah yang dihasilkan, berdasarkan analisa sampah ditemukan, sampah yang mengapung berasal dari Jepang, cukup signifikan berkurang dibandingkan dengan sampah yang berasal dari Korea maupun Daratan Tiongkok, hal ini menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat Jepang cukup tinggi. EPA merencanakan tahun depan akan mengintegrasikan analisa pendataan sampah laut dari drone, kecerdasan buatan yang diterapkan pada pesisir pantai di seluruh kabupaten/kota.