(Taiwan, ROC) Jamuan makan tradisional ala Taiwan “ jamuan makan hak asasi manusia 2018 ( Jîn-khoân pān-toh) digelar di pinggir jalan Chenjiang di samping Gedung Yuan Legislatif Taipei. Samahal dengan tahun sebelumnya mengadakan jamuan roadside banquet, pada pagi hari mengundang berbagai organisasi NGO berkumpul bersama, mengharapkan partisipasi masyarakat luas. Adapun kegiatan ini bermaksud agar masyarakat memahami isu HAM dan perlu waktu dan upaya yang panjang untuk pelaksanaan isu ini.
Kegiatan jamuan makan bersama yang mengikutsertakan korban insiden terror politik putih dan para tunawisma, mengharapkan di kesempatan makan bersama, kebersamaan untuk saling mendengar dan bertukar cerita kehidupan. Asal mula kegiatan ini pada pertemuan 3 tahun yang lalu, para senior berbagi cerita setelah keluar dari bui, perjalanan hidupnya tidak menentu. Sebagai contoh bapak Chen Chin-sheng(陳欽生), seorang perantauan Tionghoa asal Malaysia yang ditangkap dikurung di penjara selama 12 tahun, pemerintah tidak mengizinkan dia kembali ke Malaysia, tidak memiliki status kewarganegaraan tidak memiliki identitas, karena tidak dapat bekerja sehingga melalui kehidupan yang sukar, dan menjadi tunawisma.
Tim kelompok kerja untuk jamuan makan bersama ini menghubungkan permasalahan tahanan politik dan tunawisma yang mendapat perlakuan diskriminasi, mengharapkan kegiatan makan bersama ini bisa menghapus stigma yang telah melekat pada mereka, maka petugas kelompok kerja mencoba membangun dialog yang heterogen yang terjadi dalam ruang masyarakat, dengan menggelar jamuan makan bersama para korban tahanan politik dan tunawisma.
Kemajuan HAM tidak dapat diupayakan oleh sebagian kecil orang atau sebagian kecil organisasi, maka kelompok kerja ini mengadopsi metode pasar, digelar dalam ruang terbuka, menyiapkan berbagai isu agar masyarakat bisa berkumpul dan membahas bersama. Pada hari yang sama juga tersedia stand NGO dan beberapa isi kegiatan dan diskusi singkat.