(Taiwan/ROC) --- Referendum yang dilaksanakan bersamaan dengan pemilu 9 in 1, menghasilkan keputusan bahwa kebijakan untuk membebaskan Taiwan dari sumber energi nuklir pada tahun 2025 mendatang dihapuskan. Kementerian Ekonomi (MOE) pada Selasa (4/12) mengemukakan kebijakan terkait referendum tersebut sudah tidak berlaku selama 2 hari. MOE melanjutkan akan segera membuat prosedur terkait dan diperkirakan akan dibawa ke Yuan Eksekutif pada Kamis (6/12).
Referendum “Go green with nuclear” berhasil diputuskan, MOE pada Rabu (5/12) melalui siaran persnya mengemukakan UU Ketenagalistrikan pasal 95 ayat 1 yang berbunyi akan membebaskan Taiwan dari nuklir sebelum tahun 2025 mendatang, telah dinyatakan tidak efektif per tanggal 2 Desember 2018.
Menurut ketentuan yang tertera dalam UU referendum, Komisi Pemilihan Umum selambat-lambatnya harus mengumumkan hasil keputusan pada 30 November 2018 dan MOE akan membuat pengumuman terkait. Pejabat MOE mengutarakan hasil dari keputusan ini akan selesai dilaporkan pada minggu ini, dan akan diajukan kepada Yuan Eksekutif untuk disetujui pada minggu mendatang. Setelahnya akan dirapatkan kembali dalam sidang Yuan Legislatif.
MOE juga telah meninjau kembali terkait keadaan terkini dari kebijakan sumber energi dan reaktor nuklir. Menteri Ekonomi Shen Jong-chin (沈榮津) beberapa hari lalu mengutarakan dalam waktu 2 bulan ke depan akan melaporkan hasil dan melaksanakan verifikasi, terkait pembahasan kapan waktu terbaik mengaktifkan kembali reaktor nuklir.