(Taiwan/ROC) --- Tahun 2018 menandai genapnya 70 tahun Pernyataan Umum tentang Hak-hak Manusia (UDHR). Guna untuk memperingati hari bersejarah ini, Museum HAM Nasional telah bekerja sama dengan Yayasan Demokrasi Taiwan (TFD) menggelar kegiatan dengan tajuk “70 Tahun HAM-Mari Kita Berdiri Bersama”. Dalam acara ini, masyarakat diundang untuk memilih salah satu paragraf yang tertera dalam deklarasi HAM global, kemudian mengunggahnya ke dalam situs. Dengan digelarnya kegiatan ini, diharapkan warga Taiwan dapat lebih mengerti akan pentingnya dan membuat nilai demokrasi semakin tertanam dalam kehidupan sosial masyarakat Taiwan.
Deklarasi Universal HAM dirancang oleh perwakilan dari seluruh dunia, memiliki latar belakang budaya dan hukum berbeda. Deklarasi ini diresmikan dalam Sidang Umum PBB yang digelar di Paris pada 10 Desember 1948. Deklarasi ini mendengungkan asas perlindungan akan hak kebebasan manusia dalam sektor politik, ekonomi, sosial dan budaya. Deklarasi ini juga memiliki pengaruh yang kuat di dunia dan telah diterjemahkan dalam ragam Bahasa.
Kini, Deklarasi yang dikenal dengan UDHR ini telah memasuki usianya yang ke 70 tahun. Guna untuk membuat masyarakat Taiwan paham perihal deklarasi ini, Museum HAM Nasional merencanakan kegiatan bertajuk “70 Tahun HAM-Mari Kita Berdiri Bersama”. Kegiatan ini mengajak masyarakat merekam diri sendiri saat membaca salah satu paragraf yang terdapat dalam deklarasi ini, kemudian mengunggahnya ke dalam situs.
Kurator Museum HAM Nasional Chen Chun-hung (陳俊宏) mengatakan, “Kami disini ingin mengundang seluruh rakyat di penjuru negeri, untuk menyuarakan semangat HAM dengan menggunakan bahasa yang paling Anda mengerti. Terhitung hari ini, kami akan mengaktifkan sebuah situs dan mempersilakan seluruh warga untuk mengikuti petunjuk yang tertera, kemudian membaca salah satu paragraph yang terdapat dalam Deklarasi HAM, lalu mengunggahnya ke dalam situs tersebut”.
CEO Yayasan Demokrasi Taiwan Liao Fu-te (廖福特) juga mengemukakan bahwa Deklarasi UDHR ini tidak hanya merupakan dokumen perdana yang diluncurkan, namun yang terutama deklarasi ini juga melahirkan banyak dokumen penting lainnya; misal dengan dokumen yang merekam 9 Inti Hak Asasi Manusia. Melalui kegiatan yang digelar bersama dengan Museum HAM Nasional, ia berharap nilai demokrasi akan semakin berakar di Taiwan.
Liao Fu-te mengatakan, “Deklarasi juga dikenal sebagai institusi dasar bagi HAM internasional. Konsep yang paling penting adalah bagaimana membuat nilai HAM dapat diakui secara global. Dengan kata lain, HAM merupakan awal dari nilai-nilai universal. Dikarenakan semua orang menyerukan HAM, maka ini akan menjadi nilai yang tidak hanya dimiliki oleh 1 negara saja, melainkan nilai yang merangkul seluruh umat manusia.”
Selain itu, Museum HAM Nasional akan mengadakan Memorial Peringatan HAM Dunia pada 9 Desember 2018 mendatang. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengunjung dapat semakin memahami misi dari Deklarasi UDHR ini.