(Taiwan/ROC) --- Presiden Tsai Ing-wen pada Jumat (30/11) menyambut delegasi Komite Nasional Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat di Istana Kepresidenan. Dalam sela-sela pertemuan tersebut, Kepala Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan pesta demokrasi telah selesai dilaksanakan. Dalam pemilu 9 in 1 kali ini, masyarakat tidak membuat keputusan yang jelas terkait kebijakan antar selat. Oleh karena itu, pemerintah akan tetap mempertahankan status yang ada seperti saat ini, demikian lanjut Presiden Tsai.
Presiden Tsai mengatakan, “Melalui pemilu kali ini, masyarakat menyatakan ketidakpuasaanya terkait beberapa kebijakan internal kami, dan kami akan meninjau ulang. Namun demikian, pada dasarnya kami merasa bahwa masyarakat tidak membuat keputusan yang jelas terkait akan kebijakan antar selat, setidaknya tidak ada perubahan siginifikan yang perlu dilakukan. Oleh karena itu, setelah pemilu 9 in 1 berakhir, kebijakan antar selat kami tidak berubah dan akan berlanjut seperti saat ini”.
Kepala Negara melanjutkan setelah pemilu 9 in 1 berakhir, terdapat beberapa pihak yang meletakkan fokus perhatiannya atas isu pertukaran antar selat, terutama terkait pertukaran antar kota dari kedua belah pihak. Sikap pemerintah dalam hal ini tetap sama dan tidak berubah. Pikiran positif dan terbuka akan selalu dipertahankan oleh pemerintah. Namun demikian, alangkah baiknya jika pertukaran antar kota tidak dicemari oleh isu-isu politik. Biarkanlah kerja sama yang terjalin tetap berjalan pada porosnya.
Presiden Tsai mengemukakan Taiwan menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaan pemilu kali ini, terutama terkait penyebaran berita palsu yang tersebar di dunia maya. Hal ini tentu telah menyebabkan dampak negatif bagi pelaksanaan pesta demokrasi Taiwan. Hal ini diperparah dengan adanya campur tangan dari luar. Kepala Negara percaya hal ini merupakan peristiwa yang akan dan sering terjadi dalam sebuah kehidupan bermasyarakat yang menjunjung tinggi nilai kebebasan. Diharapkan ke depannya, Taiwan dapat menggelar diskusi bersama dengan negara demokrasi lainnya dan bersama-sama mencari jalan keluar terbaik, demikian tegas Presiden Tsai Ing-wen.
Kepala Negara menambahkan melalui pemilu 9 in 1, evaluasi rapor dari Partai Progresif Demokratik (DPP) dinilai merah dan mengecewakan. Namun demikian, Taiwan tetap memiliki aset terbesar, yakni nilai demokrasi. Nilai inilah yang membedakan antar Taiwan dengan Daratan Tiongkok. Melalui pelaksanaan pemilu, berbagai reaksi muncul di tengah-tengah masyarakat. Meskipun demikian, Taiwan akan tetap mempertahakan nilai demokrasi yang sudah ada dan akan terus mencari dukungan dari negara yang memiliki prinsip serupa.