(Taiwan - ROC) Hari ini tanggal 8 Agustus adalah hari ayah, berdasarkan hasil jajak pendapat yang diumumkan situs Yes 123 memperlihatkan, dipengaruhi dengan budaya lembur, rata-rata jam kerja kebanyakan kaum ayah sebanyak 10 jam perhari, termasuk 60% didalamnya karena “sering lembur” rata-rata lembur 3,6 jam per hari, untuk itu setiap kali pulang kerja hanya memiliki waktu untuk berinteraksi dengan anaknya rata-rata 69,6 menit, hanya sekitar 1 jam lebih saja, sulit menyeimbangkan antara kehidupan keluarga dan kerja.
Yes 123 yang melakukan survey melalui internet pada 600 pekerja yang sudah menjadi ayah, dari hasil yang didapatkan menunjukkan, 1/3 dari ayah yang bekerja merasa, dalam satu tahun tidak pernah bisa istirahat satu hari penuh, nilai yang diberikan atas kerja kerasnya sendiri adalah 74,9.
Selain jam kerja yang ditetapkan, seringkali harus lembur, tetapi hal ini tidak membawa pengaruh langsung pada gaji yang didapatkan. Dalam survei Yes 123 membeberkan, rata-rata pekerja ayah Taiwan yang tidak dinaikkan gajinya adalah selama 2,35 tahun, padahal mereka harus menghidupi keluarga, membesarkan anak, selain itu juga harus menghadapi kenaikan harga barang selama beberapa tahun terakhir ini, sekitar 80% dari kaum ayah yang menjerit “gajinya tidak cukup”.
Jajak pendapat juga menunjukkan, sekitar 66% kaum pekerja ayah yang menghabiskan seluruh pendapatannya untuk kebutuhan keluarganya, bahkan 40% darinya menyampaikan, sekarang ini mereka tidak ada uang yang tersisa untuk dirinya dari gaji bulan yang didapat. Meskipun demikian, bingkisan hadiah hari ayah sepertinya merupakan keharusan. Menurut hasil survei, harapan mendapatkan hadiah dari kaum pekerja ayah yang pertama adalah yang paling nyata, yaitu uang tunai, ini sebesar 37,4%, ada 27,1% yang berharap mendapatkan hadiah jalan-jalan ke luar negeri, 19,6% bisa jalan-jalan dalam negeri, selanjutnya ada 15% yang mengharapkan bisa mendapatkan smartphone, atau bisa berkesempatan foto keluarga.