(圖:中央社)
(Taiwan/ROC) --- Program perencanaan terkait menarik minat pengusaha Taiwan untuk kembali menanamkan investasinya di Taiwan, diperkirakan akan diputuskan pada Kamis (29/11) mendatang. Hal ini meliputi pelonggaran persyaratan bagi sektor industri untuk mengajukan perekrutan Pekerja Migran Asing (PMA). Yuan Eksekutif bermaksud untuk menghadirkan pilihan bagi pelaku usaha untuk mengontrak PMA. Pilihan pertama, pengusaha dapat meningkatkan proporsi jumlah pekerja domestik berdasarkan ukuran perusahaan atau pilihan berikutnya yang langsung dapat merekrut dengan jumlah tertentu. Asosiasi Industri dan Perdagangan ROC (CNAIC) dan Asosiasi Usaha Kecil Menengah Nasional ROC (NASME) mengaku optimis. Ketua NASME Li Yu-jia (李育家) mengingatkan pemerintah untuk menyertakan program tersebut sebagai pertimbangan, dan sebagai langkah mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja. Selain itu, Taiwan juga tengah mengalami krisis tenaga profesional, yang mengakibatkan minimnya niat pengusaha Taiwan untuk kembali ke sini.
Pemerintah akan meluncurkan program untuk menarik minat pengusaha kembali menanamkan investasi di Taiwan. Diperkirakan akan memperlonggar kuota perekrutan PMA, yang akan dibatasi sekitar 40%. Namun demikian, perekrutan ini tetap harus menyertakan satu persyaratan tambahan; yakni selain merekrut PMA, perusahaan yang bersangkutan juga berkewajiban meningkatkan peluang kerja bagi pekerja domestik. Yuan Eksekutif pada Senin (26/11) memutuskan akan melonggarkan ketentuan di atas. Ke depannya, pengusaha dapat memilih salah satu persyaratan; menetapkan langsung jumlah pekerja domestik yang akan direkrut atau meningkatkan proporsi perekrutan pekerja domestik berdasarkan besar kecilnya perusahaan. Diperkirakan pada Kamis mendatang (29/11) rancangan ini akan segera diputuskan.
Kabar ini mendapatkan responspositif dari asosiasi industri setempat. Mereka menilai bahwa perubahan ini dapat menyelesaikan polemik kekurangan tenaga kerja. Ketua NASME Li Yu-jia pada Selasa (27/11) mengemukakan meskipun upah pekerja domestik terbilang tinggi, namun pemerintah harus menjaga mereka. Ia juga menambahkan ketika pemerintah mengizinkan pengusaha untuk memilih salah satu ketentuan, maka perlu melampirkan peraturan yang rinci dan jelas; meliputi berapa besar proporsi dan lain-lain.
Li Yu-jia mengatakan, “Karena pada dasarnya ukuran masing-masing perusahaan tidaklah sama. Begitu juga dengan keuntungan yang diterima mereka. Oleh karena itu, Anda harus menyertakan proporsi persentase yang jelas. Selain jumlah persentase, wajib pula memikirkan langkah-langkah pendukung berikutnya. Diluar ini, pemerintah sebaiknya juga menyertakan langkah-langkah pendukung”.
Ketua CNAIC Lin Bo-feng (林伯豐) mengemukakan ia sangat mengapresiasi keinginan pemerintah untuk menyelesaikan polemik krisisnya tenaga kerja. Namun demikian, dirinya juga berharap pemerintah dapat kembali mempertimbangkan faktor lainnya; lingkungan investasi dan jumlah permintaan yang ada. Saat ini, Taiwan menghadapi permasalahan nilai ekspor yang melambat, diharapkan pemerintah dapat menyelesaikan polemik tersebut. Selain itu, Lin Bo-feng melanjutkan pemerintah sudah seharusnya mengubah kebijakan lintas selat, mengingat hubungan ini dapat mempengaruhi nilai ekspor dan daya jual Taiwan di Dunia Internasional.