History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai: Semakin Parah Karena Negara Otoriter Memanfaatkan Berita Hoaks Mengikis Demokrasi

  • 20 November, 2018
  • 鄭蕙玲
Presiden Tsai: Semakin Parah Karena Negara Otoriter Memanfaatkan Berita Hoaks Mengikis Demokrasi
Presiden Tsai Ing-wen bertemu rombongan wadah pemikir Center for Strategic and International Studies(CSIS) Amerika Serikat.

(Taiwan, ROC) Presiden Tsai Ing-wen pada hari Selasa ini (20/11) bertemu rombongan wadah pemikir Center for Strategic and International Studies(CSIS) dari Amerika Serikat. Presiden Tsai Ing-wen dalam sambutan menyampaikan, negara otoriter memanfaatkan kebebasan berpendapat dan media dari negara demokratis, dengan menggunakan informasi palsu dan memanipulasi pendapat untuk memecah belah masyarakat dan mengikis demokrasi, Taiwan berada di garis depan menghadapi permasalahan informasi palsu. Seiring dengan kemajuan teknologi dan penyebaran informasi dengan pesat, tantangan non konvensional ini sangat serius dibandingkan dengan yang dibayangkan.

Dalam pertemuan Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan rasa simpati atas musibah kebakaran hutan baru-baru ini, serta mengapresiasi atas pengakuan dari U.S.-China Economic and Security Review Commission (US-China Commission) terhadap posisi politik strategis Taiwan dalam kawasan Indo Pasifik.

Presiden Tsai mengatakan, dalam laporan menyebutkan, masa 1 tahun yang lalu pemerintah Beijing aktif melakukan kegiatan militer yang ditujukan kepada pemerintahan Taiwan, menyebarkan informasi palsu melalui media sosial, mendukung partai oposisi, bermaksud untuk melukai demokrasi dan pemerintah Taiwan.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Seiring dengan kemajuan penyebaran informasi, menghadapi tantangan non-konvensional ini semakin berat daripada yang dibayangkan, seperti yang disampaikan oleh Chairman AIT, kantor perwakilan Amerika di Taipei, James F. Moriarty bahwa kali ini di masa pemilu Taiwan, ada tekanan dari luar bermaksud memicu paradoks, menyebarkan informasi palsu, ini menjadi fenomena yang sangat berbahaya.”

Presiden Tsai mengatakan, ini merupakan masa kritis, Ia mengharapkan Taiwan dan negara lain yang berpendapat sama untuk memperkuat kerjasama, saling menjaga nilai-nilai kebebasan, demokrasi dan HAM dan ketentuan-ketentuan, sebagai contoh pada bulan lalu Amerika Serikat menggelar lokakarya kerangka kerjasama GCTF dalam bidang media, maka Presiden Tsai juga mengharapkan dalam pertemuan bersama Center for Strategic and International Studies Amerika Serikat dapat saling bertukar pendapat dan menghadapi segala tantangan ini.

Komentar

Terbarumore