(Taiwan, ROC) - Konperensi Tingkat Menteri Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) dibuka di Pusat Konvensi Internasional, Port Moresby, Papua Nugini, Kamis, 15 November.
Sebelum pertemuan resmi dimulai, pemimpin delegasi Taiwan yaitu Menteri Non-Portofolio John Deng (鄧振中) sempat menukar kartu nama dengan perwakilan Korea Selatan; ketua Dewan Perkembangan Nasional (NDC) Chen Mei-ling (陳美伶) juga sempat mengobrol bersama direktur eksekutif Sekretariat APEC Alan Bollard dan perwakilan Jepang; sementara Ketua Biro Perdagangan Luar Negeri (BOFT) di bawah Kementrian Ekonomi Yang Jen-ni (楊珍妮) sempat berjabat tangan dengan perwakilan Amerika Serikat.
Perihal permintaan Tiongkok pada Amerika Serikat untuk tidak mengadakan kontak resmi dalam bentuk apapun dengan delegasi Taiwan dalam masa pertemuan APEC, juru bicara Kementrian Luar Negeri (MOFA) Andrew Lee (李憲章) mengutarakan, Taiwan adalah anggota penuh APEC, menikmati hak dan memiliki tanggung jawab yang sama dengan semua anggota APEC, termasuk Daratan Tiongkok, maka mengadakan kontak, berinteraksi dan menukar pendapat dengan negara anggota mana pun adalah hal yang normal.
Andrew Lee mengatakan, “Pemerintah Tiongkok tidak berhak mengatakan hal-hal omong kosong. Pernyataan tentang pelanggaran ‘prinsip satu Tiongkok’ telah merusak tujuan pendirian dan kebiasaan APEC.”
Lee juga menegaskan, Taiwan berpartisipasi dalam APEC dengan status sederajat dengan anggota lain, maka dalam hal berinteraksi, saling menukar pendapat dan bekerja sama, semuanya dilaksanakan tanpa adanya intervensi ideologi pihak individu mana pun.