(Taiwan, ROC) – Guna mengantisipasi masalah jumlah penduduk negara yang semakin berkurang, penuaan dalam susunan sosial masyarakat yang ada, berpusatnya penduduk di kota-kota besar saja dan kesenjangan yang terjalin dalam perkembangan wilayah pedesaan, Perdana Menteri William Lai mengumumkan pencanangan tahun 2019 sebagai tahun dimulainya penciptaan inovasi kawasan, serta memprediksi pada akhir tahun ini akan mengusung “Program strategi penciptaan inovasi kawasan nasional”, dengan target indeks kelahiran pada tahun 2030 mencapai 1,4 poin, dan mempertahankan jumlah total penduduk yang tidak kurang dari angka 20 juta orang. Selain itu juga akan mengupayakan stabilisasi susunan kependudukan dan mengurangi beban tekanan dalam perkotaan, sehingga bisa mencapai target “Taiwan yang stabil”.
Komisi Perekonomian Yuan Legislatif pada hari Rabu tanggal 14 November secara khusus mengundang pihak Dewan Pembangunan Nasional atau NDC beserta pimpinan instansi terkait lainnya, guna memberikan laporan terkait penciptaan inovasi kawasan. Anggota legislator dari partai KMT Lin De-fu meragukan jika Program Penciptaan Inovasi Kawasan yang diusung oleh Kementrian Perekonomian akan memberikan hasil yang sama dengan program yang diusung oleh Badan UMKM Kementrian Perekonomian sebelumnya, yakni “Satu Desa Satu Dusun Satu Keunikan”, yang diibaratkan bagai arak lama yang dikemas ulang. Berkenaan dengan hal ini, Tseng Shu-cheng menjelaskan bahwa program yang diusung sebelumnya telah berakhir, dan tidak berkelanjutan, sehingga program baru yang akan diusung tersebut, tentu akan memiliki isi yang berbeda dan baru.
Tseng Shu-cheng mengatakan, “Sebelumnya, mereka tidak menaruh perhatian atau fokus kepada kelanjutan penciptaan lapangan pekerjaan, sehingga usai program diselesaikan maka telah berakhir, dan hanya demikian saja. Berkenaan dengan seberapa banyak lapangan pekerjaan yang dapat diciptakan, tidak ada yang menjalankan, oleh sebab itu, program kali ini boleh dikatakan bagaikan mengisi arak baru dalam kemasan lama. Saya tidak berharap, uang dihabiskan hanya untuk merubah wujud luarnya saja, melainkan akan ada isi yang baru.”
Selain itu, banyak anggota legislator yang mempertanyakan jika melihat pemerintah Jepang yang mengusung program yang serupa, namun mereka juga mengeluarkan peraturan dan undang-undang terkait yang baru, bahkan membentuk satu instansi yang baru, bagaimana halnya dengan sikap pemerintah Taiwan? Tseng Shu-cheng menjawab bahwa dalam kurun waktu 2 tahun ke depan, tentu akan dikeluarkan regulasi yang baru, serta melakukan penyesuaian di berbagai bidang, namun hingga saat ini masih dinilai belum memerlukan pembentukan undang-undang yang baru.