(Taiwan, ROC) - Untuk mengikuti tren perkembangan teknologi masa depan di Benua Asia, Institut Penelitian Teknologi Industri (ITRI) pada hari Jumat tanggal 9 November menerbitkan edisi khusus terkait akan 150 teknologi baru. Dari 150 ini, ada 10 teknik yang akan menjadi tren masa depan di kawasan Asia, dan kecerdasan buatan merupakan inovasi yang menduduki peringkat pertama. Mereka juga menggarisbawahi tren di Benua Asia pada tahun 2030 mendatang yang cenderung menekankan “Kolaborasi Manusia Mesin dalam Efisiensi Sosial Masyarakat”
ITRI bekerja sama dengan Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), secara perdana melakukan survei teknologi masa depan, terkait tren pada tahun 2030 di Benua Asia. Survei ini terdiri dari kuesioner yang melibatkan para peneliti lembaga penelitian dan pengembangan dari masing-masing negara; meliputi Jepang, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Daratan Tiongkok, Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina dan India. Dari 150 konsep teknologi terbaru dipilih 10 proyek yang dianggap dapat menjadi tren di Benua Asia.
ITRI mengemukakan menurut hasil survei, 10 proyek yang dianggap dapat menjadi tren meliputi; inovasi kecerdasan buatan, jaringan komunikasi 6G, mobil otonom, blockchain, kendaraan bahan bakar alternatif, robot pelayan, robot industri, solid state battery, nanoteknologi, dan bahan bakar ramah lingkungan.
Manajer divisi produksi teknologi Internasional ITRI Alex Hou mengemukakan berdasarkan hasil survei terkait tren teknologi masa depan, mereka merasa di tahun 2030 mendatang kolaborasi antar manusia dan mesin akan menciptakan kehidupan sosial masyarakat yang semakin efisien. Ia juga mengungkapkan 5 tren yang akan berkembang di antaranya; sistim transportasi yang kian ramah dan cerdas, jaringan digital blockchain yang akan menginovasi cara pembayaran, robot yang akan menuntaskan permasalahan kekurangan tenaga kerja, robot yang akan membantu proses operasi pada manusia, dan produk plastik yang ramah lingkungan
Alex Hou mengatakan, “Produk plastik tidak akan lagi berbahaya bagi lingkungan. Limbah plastik yang kita khawatirkan saat ini, kami perkirakan pada tahun 2030 dapat terselesaikan. Dan bahkan pasar di negara berkembang pun, sudah dapat secara mandiri memproduksi secara massal produk plastik yang ramah lingkungan.”
Ketua Divisi Pengembangan Strategi Teknologi Industri ITRI Stephen Su menambahkan ITRI juga secara terlebih dahulu telah mengusulkan beberapa proyek tren teknologi di Benua Asia pada 10 tahun mendatang. Berharap dapat memberikan Taiwan peluang dalam menerapkan strategi pengembangan sains dan teknologi. Inovasi teknologi akan membawa transformasi sektor industri, dengan demikian dapat meningkatkan daya saing Taiwan pribadi.