History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Penerapan Kelas Pelajaran Bahasa Asia Tenggara

  • 07 November, 2018
  • 譚雲福
Penerapan Kelas Pelajaran Bahasa Asia Tenggara
Penerapan Kelas Pelajaran Bahasa Asia Tenggara

(Taiwan, ROC) - Menteri Pendidikan, Yeh Jiunn-rong pada hari Rabu tanggal 7 November datang ke Komisi Pendidikan dan Kebudayaan, Yuan Legislatif untuk memberikan laporan singkat situasi program pendidikan bagi anak keturunan migran baru. Memasukkan 7 bahasa ibu migran baru ke dalam kurikulum wajib belajar 12 tahun yang akan diberlakukan Agustus 2019 mendatang, untuk Sekolah Dasar (SD) harus ada bahasa ibu migran baru dan bahasa dialek Minnan yang sebelumnya memang sudah ada, bahasa dialek Hakka dan bahasa suku adat asli, memilih salah satu bahasa yang dipelajari sebagai 1 mata pelajaran di setiap minggunya, sementara di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dimasukkan sebagai pelajaran pilihan.
Legislator Hong Ci-yong mengkhawatirkan kesediaan dari murid SD untuk memilih bahasa Migran Baru, apakah mungkin kebanyakan dari mereka memilih bahasa dialek Minnan? Menteri Pendidikan, Yeh Jiunn-rong menyampaikan, nantinya asalkan ada 1 murid yang memilih bahasa tersebut maka kelas harus dibuka, sekarang ini ada 51 SMP dan SD yang menjadi sekolah dengan pelajaran bahasa migran baru, segala terkait persiapan tenaga pengajar dan bahan pengajaran juga tengah dipersiapkan, dengan demikian akan muncul multi-bahasa dan saling menghargai di masyarakat sosial, kebijakan inilah yang harus dipromosikan.
Yeh Jiunn-rong mengatakan, “Biasanya kita lebih sering menggunakan 1 bahasa, dilihat dari sudut internasional sebagai 1 titik pusat dengan pinggiran perbatasannya, kadang kala beberapa bahasa dianggap sebagai bahasa perbatasan tetapi seiring dengan perubahan peran, kita akan semakin mengerti dan mengenal beragam jenis bahasa, keberadaannya dalam kebudayaan dan nilainya semakin penting, peran dalam interaksi internasional bahkan sebenarnya memerankan peran yang sangat penting, untuk itu kami beranggapan mengarah ke sana merupakan hal yang tepat, mulai dari SD menjadi mata pelajaran pilihan wajib, asalkan ada yang memilih maka kelas harus dibuka.”
Berdasarkan data statistik Kementerian Pendidikan, saat ini di seluruh Taiwan ada lebih dari 540 ribu Migran baru, ada lebih dari 300 ribu anak keturunan Migran baru yang berada di jenjang pendidikan atau mencakup 7% dari jumlah murid di seluruh Taiwan. Yeh Jiunn-rung menegaskan, dikedepannya akan lebih memperhatikan dan mengutamakan bahasa ibu dari keturunan Migran baru beriring dengan semakin bertambahnya kesempatan untuk membuka peluang untuk berkembang di negara yang menjadi target kebijakan baru ke arah selatan.

Komentar

Terbarumore